Bekasi (beritakatim.com) – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menerima Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Kota Bekasi di kediamannya, Villa Taman Kartini, Bekasi, Selasa (2/7/2024).
Kehadiran petugas dalam rangka verifikasi faktual data pemilih ini kerap disebut Coklit Pemilu atau pencocokan dan penelitian dalam pelaksanaan Pemilihan Umum.
Dia menegaskan, coklit ini sangat diperlukan dalam mewujudkan pemilu yang demokratis. Hasto menyebut, dengan pendataan pemilih secara langsung merupakan jalan untuk melindungi hak konstitusional warga negara yang memenuhi syarat merupakan hal yang sangat baik.
“Kami beri dukungan sepenuhnya mengapresiasi seluruh kerja KPU dan Bawaslu,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, kegiatan coklit ini merupakan hal baik juga mendapat perhatian dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Jadi ini satu hal yang baik. Dari Ibu Mega kan selaku mengirimkan pesan kepada kami seluruh kader PDIP untuk mendukung seluruh tahapan pemilu, khususnya yang berkaitan dengan data pemilih. Karena apa pun hak konstitusional warga untuk memilih itu dijamin Konstitusi,” ujar Hasto.
Dia pun menyinggung soal kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terjadi pada Pemilu 2009. Saat itu dirinya sebagai inisiator hak angket ketika menjadi anggota DPR, terkait dengan persiapan DPT.
Hasto berpendapat, hal ini bukan masalah teknis, DPT bukan masalah teknis tapi ini ideologis. Tiap warga negara punya hak pilihnya itu harus dijamin oleh konstitusi. Agar bisa menggunakan haknya dalam memilih.
“Maka kami berjuang habis-habisan,” tegas Hasto. [ian]






