Blitar (beritajatim.com) – Video sekelompok pemuda di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar terlibat perang sarung viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sejumlah anak muda yang belum diketahui identitasnya tersebut terlibat tradisi perang sarung pada bulan ramadhan tahun 2023 ini di jalur Kediri-Blitar.
Polsek Ponggok Kabupaten Blitar yang mendapati laporan tersebut langsung melakukan upaya penyelidikan. Diketahui perang sarung tersebut dilakukan pada hari Kamis (23/03/23) lalu sekitar pukul 1 dini hari.
Sementara untuk lokasi terjadi perang sarung yang melibatkan dua kelompok pemuda tersebut terjadi di sekitar wilayah Pasar Patok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
“Saat ini masih proses penyelidikan terkait video tersebut namun dugaan kuat itu berada di sekitar wilayah Pasar Patok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar,” Iptu Agus Prayitno, Kapolsek Ponggok, Sabtu (25/03/23).
Polsek Ponggok Kabupaten Blitar kini tengah melakukan pemeriksaan saksi terkait hal tersebut. Masyarakat sekitar lokasi kejadian kini juga tengah diminta keterangan oleh aparat kepolisian.
[berita-terkait number=”5″ tag=”blitar”]
Menurut Agus, masyarakat sekitar tidak mengenal para pemuda yang terlibat perang sarung tersebut. Namun masyarakat sebelumnya memang melihat sekelompok pemuda berkumpul di jalan raya Patok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
“Masyarakat sekitar tidak ada yang mengenal para pelaku perang sarung, namun dari keterangan masyarakat mereka melihat ada sekelompok pemuda di jalan raya Patok,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga kini pihak Polsek Ponggok Kabupaten Blitar belum menerima ada laporan korban jiwa maupun luka akibat perang sarung tersebut. Namun pihak kepolisian hingga kini masih melakukan upaya-upaya penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Menurut pihak kepolisian kuat dugaan video perang sarung tersebut sengaja dibuat untuk konten media sosial. Namun kemungkinan tersebut hingga kini juga masih didalami oleh polisi. “Kuat dugaan video tersebut sengaja dibuat untuk konten media sosial tapi akan kami selidiki dan bila terbukti akan kami tindak secara prosedur hukum,” pungkasnya.
Saat ini Polsek Ponggok kabupaten Blitar Tengah gencar melakukan patroli malam guna mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan perang sarung yang memang marak terjadi pada bulan Ramadhan. Tradisi perang saudara sendiri merupakan kegiatan yang menjurus ke hal negatif dan biasa dilakukan oleh anak muda untuk mengisi waktu sahur di bulan Ramadan.
Pihak kepolisian pun sebetulnya sudah menghimbau jauh-jauh hari kepada masyarakat dan para pemuda untuk tidak melakukan aktivitas baik itu yang berkaitan dengan petasan maupun perang sarung. Namun nampaknya imbuhan tersebut tidak diindahkan Hal itu terbukti dari kegiatan perang sarung yang masih terjadi di kecamatan Ponggok kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. (owi/kun)






