Tuban (beritajatim.com) – Sekda Tuban, Budi Wiyana bersama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) panen raya melon jenis Honeydew di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek. Melon Honeydew merupakan produk andalan petani Desa Mliwang binaan PT SBI.
Panen raya melon tersebut sekaligus menandai keberhasilan Kelompok Tani Mliwang Metu Banyune binaan PT. SBI dalam budidaya melon Honeydew.
Sekretaris Daerah, Budi Wiyana yang mengikuti panen raya tersebut mengaku senang. Sebab dengan panen ini artinya lahan di desa tersebut sangat subur meski kekurangan air.
“Alhamdulillah, saya senang melihatnya, buah melon tumbuh di area yang kurang air,” ucap Budi Wiyana.
Melibatkan kelompok tani dan dengan perawatan yang baik, terbukti melon dapat tumbuh subur dan berbuah. Tentu hal ini memiliki dampak ekonomi bagi warga dan contoh baik untuk wilayah lainnya di Tuban.
Menurut Budi, kebun melon seluas 7.000 meter persegi merupakan salah satu inovasi sosial pemberdayaan yang dilakukan oleh SBI Tuban melibatkan kelompok tani warga Desa Mliwang.
BACA JUGA:
Sedekah Laut di Karangsari Tuban, Puluhan Kepala Sapi Dilarungkan ke Laut
“Di lahan ini, ditanam 3.500 batang pohon melon dengan sistem atau teknik lanjaran atau ajir bambu. Dengan teknik ini, buah melon akan menggantung dan tidak menyentuh tanah secara langsung, sehingga akan menghindari melon membusuk dan berjamur,” paparnya.
Sementara itu, General Manager SBI, Istifaul Amin juga turut memberikan apresiasi atas keberhasilan ladang melon di Desa Mliwang. Sehingga, ia berharap bisa terus dikembangkan, karena pengalaman ini menjadi guru yang baik agar pengembangan atau perluasan budidaya melon jadi lebih baik lagi dan tentunya keterlibatan warga sangat diharapkan untuk keberhasilan pertanian buah melon.
“Melon yang ditanam merupakan Honeydew Melon dari spesies cucumis melon yang memiliki masa tanam sampai panen kurang lebih 70 hari,” tutur Istifaul Amin.
Di tempat yang sama, General Affairs dan Community Relations Manager SBI Tuban, M.Yunani Rizzal juga menyampaikan, pihaknya telah mengelola kebun melon dengan lahan seluas 4.000 meter persegi di lahan milik PT. SBI dengan 1.800 pohon, dan 3.000 meter persegi di lahan desa dengan 1.700 pohon.
BACA JUGA:
PWI Tuban dan SIG Salurkan Air Bersih di Desa Trantang
Dari hasil panen perdana dengan jumlah 3.500 pohon yang ditanam di lahan SBI dengan tingkat keberhasilan mencapai 75 persen, dan tingkat keberhasilan 70 persen di lahan desa, dihasilkan kurang lebih 8.000 buah melon.
“Saat ini, melon masih menjadi pilihan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi buah buahan. Harganya juga masih relatif terjangkau dengan harga rata-rata di kisaran Rp18 ribu-Rp20 ribu per kilogram,” tutur M. Yunani Rizzal.
Rizzal sapaannya juga menambahkan, ke depan budidaya melon akan terus dikembangkan dengan produk turunannya atau semacam hilirisasi. Adapun, produk turunan dari melon yang sedang direncanakan yaitu manisan, jus, keripik bahkan sebagai pakan ternak yang memiliki nutrisi tinggi. [ayu/beq]






