Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah kecelakaan yang diduga akibat rem blong belakangan kerap terjadi di Magetan. Dalam Oktober ini saja sudah ada 3 kejadian kecelakaan yang diduga akibat rem blong.
Pertama, sebuah bus pariwisata nopol K 1570 DM yang dikemudikan pria berinisial S warga Kabupaten Pati yang menabrak tebing di pinggir Jalan Raya Sarangan-Plaosan masuk Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan ada 1 Oktober 2022. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
Kedua, sebuah truk nopol L 9924 UB muatan pipa besi yang dikemudikan Feri Andria warga Sidoarjo menabrak rumah makan di dekat Telaga Wahyu Jalan Raya Sarangan-Plaosan, tepatnya di Desa Dadi, Plaosan pada 9 Oktober 2022. Korban luka adalah si pengemudi sendiri yang mengalami patah kaki.
Ketiga, truk nopol AE 8521 UZ yang dikemudikan Rusdianto warga Jombang mengangkut 1.200 ekor ayam terperosok ke jurang pinggir jalan di Desa Durenan Sidorejo pada 10 Oktober 2022. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun, separo muatan ayam mati akibat tergencet bodi truk dan kepanasan saat evakuasi.
Sebelumnya, sempat ada tiga kecelakaan lain yang diduga akibat rem blong yakni kecelakaan elf nopol W 7150 UP yang dikemudikan Rohim warga Sidoarjo mengangkut anak-anak rombongan ponpes asal Sidoarjo dan kemudian terguling pada Maret 2022. Korbannya mayoritas adalah anak-anak ponpes yang terluka.
Kemudian, kecelakaan bus pariwisata nopol H 7019 OB yang kendarai oleh Suwartono warga Salatiga menabrak tebing pada 17 Juli 2022. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Serta, elf nopol S 7865 A yang dikendarai Darsono (41) warga Kabupaten Bojonegoro mengangkut rombongan peziarah asal Bojonegoro yang terguling pada 17 September 2022. Tiga kejadian itu terjadi di Jalan Raya Tawangmangu-Sarangan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kecelakaan-magetan”]
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Suparno menerangkan bahwa seluruh kecelakaan yang diduga akibat rem blong itu ternyata bukan rem yang rusak atau tidak berfungsi. Semua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu memiliki rem yang berfungsi namun saat kejadian kecelakaan rem tidak berfungsi dengan baik.
“Karena kan mayoritas remnya pakai hidrolis ya. Jadi, ketika diinjak terus menerus hingga panas ya akhirnya jadi tidak berfungsi maksimal. Padahal, jika mau rehat sejenak untuk mendinginkan mesin dan rem, sebenarnya rem bakal berfungsi baik,” kata Agus Suparno pada beritajatim.com, Selasa (11/10/2022)
Agus menjelaskan jika dari semua kecelakaan itu mayoritas karena pengemudi bukan warga asli Magetan. Mereka tak paham betul medan pegunungan Magetan dan arah Karanganyar, Jawa Tengah. Kendaraan yang kerap digenjot dari arah Jawa Tengah sebenarnya bisa diredam dulu di check point Cemoro Sewu. Selain sopir bisa istirahat sejenak, mesin kendaraan dan fungsi rem bisa stabil kembali jika kendaraan turut istirahat.
“Ya ini demi keamanan dan agar kendaraan tidak panas. Kami mengimbau pengendara roda empat dan roda dua ya, sebaiknya tetap rehat dulu karena kontur jalan di Magetan yang mayoritas adalah pegunungan. Rem dan mesin ini vital,” kata Agus. [fiq/suf]






