Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah melakukan droping air bersih di Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun dan Desa Tugurejo Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar Jumat (5/7/2024). Total ada 5 rit air bersih yang disalurkan Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar kepada masyarakat.
Sejauh ini memang sudah ada 2 permintaan bantuan air bersih yang diterima oleh Bupati Blitar. Keduanya berasal dari Sumberkembar dan Tugurejo, Wates. Permintaan warga itu pun direspon cepat oleh Bupati Blitar.
“Seperti yang kita ketahui, musim kemarau tahun ini di Kabupaten Blitar terasa lebih kering, sehingga ada beberapa desa di Kabupaten Blitar mengalami kekeringan, sehingga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Bupati Blitar, Rini Syarifah, Jumat (5/7/2024).
Seperti diketahui, prediksi BMKG wilayah Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang bakal dilanda kemarau panjang. Kekeringan di 5 kecamatan pun kini menjadi ancaman nyata yang akan segera dihadapi masyarakat.
“Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap masyarakatnya, hari ini pemerintah kabupaten Blitar bersama Baznas Kabupaten Blitar hadir di sini untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun dan Tugurejo, Kecamatan Wates. Masing-masing 5 rit (tangki) air bersih,” beber Mak Rini.
Mak Rini pun menjamin droping air bersih ini akan terus dilakukan Pemkab Blitar ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan. Masyarakat yang mengalami dampak kekeringan pun diminta untuk langsung melapor ke BPBD.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan. Dalam kesempatan itu Bupati Blitar juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Blitar untuk senantiasa berhemat dalam penggunaan air.
“Mari kita jaga kelestarian sumber daya air dengan baik, agar tidak terjadi kelangkaan air di masa depan. Dan saya juga berpesan, mari menyalurkan zakat, infak dan sodaqoh (ZIS) melalui Baznas Kabupaten Blitar,” tegasnya.
Mak Rini pun juga telah menginstruksikan sejumlah OPD terkait untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang diprediksi akan mulai berlangsung akhir bulan Agustus ini. Selain BPBD, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar juga diminta untuk terus memantau dan mencari solusi kemungkinan gagal panen petani. (owi/but)






