Surabaya (beritajatim.com)- Tempe dikenal luas sebagai makanan sederhana karena harganya yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang bisa membuat tempe sendiri di dapur, hanya dengan bahan dasar kedelai dan proses fermentasi tradisional.
Tak heran kalau tempe kemudian menjadi lauk favorit masyarakat Indonesia, karena selain terjangkau, tempe juga bisa diolah menjadi beragam masakan menggugah selera, mulai dari tempe goreng, mendoan, hingga olahan modern seperti burger tempe.
Melansir dari YouTube Wins, siapa sangka bahwa tempe ternyata memiliki sejarah panjang yang sudah tercatat dalam naskah kuno Jawa, Serat Centhini. Dalam karya sastra yang ditulis pada awal abad ke-19 ini, tempe disebut sebagai salah satu makanan rakyat. Bahkan, proses pembuatannya pun sudah dicatat, mukai dari kedelai difermentasi hingga menjadi tempe, lalu dibungkus daun sebagai cara alami menjaga kualitas.
Keberadaan tempe membuktikan bahwa proses pembuatannya bukan sekadar teknik memasak biasa, melainkan bagian dari pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun. Dari memilih kedelai, merendam, hingga membungkus dengan daun, semua langkah itu lahir dari kearifan masyarakat Jawa dalam mengolah pangan.
Catatan dalam Serat Centhini ini sekaligus menguatkan bukti bahwa tempe telah ada setidaknya sejak abad ke-17 di Jawa. Melalui sejarah yang panjang, tempe telah menjadi bagian dari identitas kuliner Jawa sejak ratusan tahun lalu. Tempe berkembang menjadi makanan sehari-hari yang merakyat dan simbol kesederhanaan sekaligus kebersamaan di meja makan.
Tempe menjadi bukti bahwa kuliner tradisional mampu bertahan di tengah arus modernisasi, bahkan tetap dicintai lintas generasi. Dari meja makan sederhana di rumah-rumah hingga restoran modern yang menyajikannya dengan sentuhan baru, tempe menunjukkan bahwa warisan lokal bisa terus relevan tanpa kehilangan jati dirinya.
Kini, meski statusnya tetap dikenal sebagai lauk sederhana, tempe justru mendapat tempat istimewa. Bukan hanya di hati masyarakat Indonesia, tapi juga di mata dunia, dihargai sebagai sumber protein nabati berkualitas tinggi, bahkan disebut sebagai superfood.
Sederhana, bergizi, sekaligus penuh sejarah, tempe adalah bukti bahwa warisan lokal bisa bertahan sekaligus bersinar di panggung global.
[Erlina Damayanti]






