Jarum jam baru menunjukkan pukul 06.00 WIB, hari Selasa (14/12/2021). Sejumlah pecinta sepeda (Goweser) telah berkumpul di air mancur Gress Mall di kawasan perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Dengan jersey dominan berwarna hijau, putih, hitam lengan panjang dan helm khusus gowes, pecinta olahraga bersepeda MTB itu siap melalap jalan-jalan di sekitar Gresik Kota.
“Kita kumpul di sini setiap Selasa pagi,” ujar Soni (67), pensiunan pegawai PT Semen Gresik (Persero). Jumlah pecinta olahraga bersepeda yang tergabung dalam grup SGC (Saiman Gowes Community) lebih dari 20 orang. Mereka umumnya telah berusia lebih dari 52 tahun.
“Yan penting happy, sehat, dan merajut persaudaraan. Selain sehat, dengan gowes bareng ini diharapkan bisa meningkatkan imun, karena kita semua bahagia,” tambah Saiman, pimpinan grup SGC.
Anggota grup SGC berasal dari pecinta olahraga bersepeda dari grup lainnya, seperti WPC (Wisk Penksiun Club). Klub bersepeda MTB ini menghimpun banyak pensiunan pegawai atau karyawan dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Gresik, seperti PT Semen Gresik (Persero), PT Petrokimia Gresik (Persero), PT PJB, Pemkab Gresik, dan banyak perusahaan lainnya.
Para pensiunan karyawan BUMN, swasta, pegawai pemerintah, dan lainnya itu rutin tiga kali seminggu gowes bareng. Hari Sabtu, Minggu dengan grup WPC dan hari Selasa dengan SGC. “Pokoknya, yang penting sehat dan bahagia,” tambah Soni yang dibenarkan Harto (60), pensiunan PT Petrokimia Gresik.
Rute gowes bareng para pensiunan berbagai perusahaan dan lembaga tersebut tak hanya di Gresik Kota dan sekitarnya. Ada kalanya mereka gowes bareng ke luar kota, seperti Malang, Tuban, Jombang, dan kota-kota lainnya di Jatim. “Bulan Nopember 2021 lalu kita gowes bareng di kawasan Kabupaten dan Kota Malang. Lumayan jarak tempuhnya sekitar 40 kilometer,” ungkap Iskandar, anggota WPC dan SGC.
Kalau rutin gowes bareng di sekitar Gresik Kota, kawasan-kawasan yang dijelajah berada di Kecamatan Gresik Kota, Kebomas, Manyar, Cerme, dan Duduksampeyan. Ada rute dengan jalanan datar, seperti di wilayah Kecamatan Manyar, Gresik Kota, Cerme, dan Duduksampeyan. Namun demikian, ada pula kawasan dengan rute menanjak dan berkelok-kelok, seperti di Kecamatan Kebomas.
“ Di Desa Giri, Desa Ngargosari, Desa Kembangan, Desa Sidomukti, dan Desa Segoromadu ada banyak rute menanjak yang menantang dan menguji adrenalin goweser. Mereka mesti hati-hati, apalagi di musim penghujan seperti sekarang.Coba gowes ke kawasan Putri Cempo di Ngargosari, alamnya sangat menarik. Dari situ kita bisa melihat Kota Gresik secara keseluruhan,” ingat Soni.
Sejumlah rute favorit di Gresik Kota dan sekitarnya yang seringkali dilewati para pecinta sepeda MTB antara lain, Bundaran Gresik, Desa Kembangan, Desa Prambangan, Desa Ngargosari, Desa Segoromadu, dan istirahat di Wisma A Yani di Jalan Veteran Gresik. Rute lain adalah Bundaran GKB Gresik, Jalan Wahidin SH, Desa Kawisanyar, Desa Giri, Desa Sidomukti, Desa Ngargosari, Desa Segoromadu, dan berakhir di Wisma A Yani di Jalan Veteran Gresik.
“Kalau mau rute di antara jalan-jalan setapak tambak udang dan bandeng juga ada. Coba rute dari Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar sampai perempatan Kecamatan Duduksampeyan. Cuma rute sepanjang 40 kilometer PP tersebut tak mungkin dilewati saat musim penghujan. Jalannya licin dan pesepeda rawan tergelincir masuk ke tambak. Tapi, kalau berani dan ingin mencoba, ya monggo saja,” jelas Hidayat yang dibenarkan Parno (49), goweser lainnya.
Para goweser yang tergabung di grup WPC dan SGC telah puluhan tahun menekuni hobi olahraga bersepeda ini. Mereka bukan penghobi kemarin sore. Saat olahraga gowes meledak ketika pandemic Covid-19 meruyak. Merk MTB yang dipakai juga bermacam-macam. Ada yang produk Indonesia, seperti Polygon, Thrill, dan lainnya. Tak jarang ada pula yang memakai MTB produk luar negeri, seperti Yeti, Specialized, dan lainnya.
“Yang penting bisa dipancal dan sehat,” tukas Harto. “Kalau tidak gowes seminggu rasanya badan ini sakit semua,” ungkap Soni, yang dikenal sebagai pimpinan klub gowes ini.
Nilai dan tujuan gowes bareng para pensiunan ini bukan sekadar olahraga. Bukan semata-mata mencari sehat. Jauh lebih penting dari itu adalah merajut persaudaraan dan terus membangun persahabatan di antara mereka.
Di kala usia produktif sebagai karyawan atau pegawai telah dilampaui, ternyata mereka masih mampu beraktifitas positif yang memberikan banyak manfaat: kesehatan, kebahagian, dan persaudaraan. “Makanya, tagline SGC adalah merajut persaudaraan. Yang penting happy,” tukas Saiman, goweser yang berprofesi sebagai pengusaha ini.
Sekali gowes bareng, panjang rute yang ditempuh berkisar 25 sampai 40 kilometer. Hal itu tergantung rute yang disepakati untuk dilalap sebelum mulai gowes bareng. Dalam seminggu, para pensiunan ini gowes bareng minimal sebanyak 3 kali: Hari Selasa, Sabtu, dan Minggu.
Artinya, dalam seminggu, panjang jalan yang mereka lalap antara 75 kilometer sampai 120 kilometer. Dengan rata-rata usia di atas 55 tahun, para goweser pensiunan ini memiliki endurance bersepeda dan stabilitas kesehatan sangat baik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ainur-rohim”]
“Syukur alhamdulillah, selama pandemi Covid-19 sejak pertengahan Maret 2020 sampai Desember 2021 ini, anggota WPC dan SGC sehat wal afiat semua. Mereka istiqomah gowes,” ungkap Thamrin, yang dibenarkan Bambang Cahyo Utomo, pensiunan PT Petrokimia Gresik (Persero).
Tentu faktor komunikasi menjadi hal penting dalam konteks ini. Jalinan komunikasi antaranggota grup terus dilakukan. Semua rencana dan agenda gowes bareng dikomunikasikan melalui WA grup yang disampaikan sewaktu-waktu. Selain informasi tentang gowes bareng, di sela-sela waktu di luar jadwal gowes bareng, jalinan komunikasi terus mengalir untuk hal-hal bersifat ringan dan mengundang tawa. “Gowes jalan, guyonan juga jalan. Itu yang bikin sehat dan tak gampang sakit,” tegas Soni. [air/but]









