Surabaya (beritajatim.com) – Berdasar dari hasil riset ternyata 80% informasi yang masuk ke otak datang lewat mata. Oleh sebab itu, mata harus terus dirawat dan dijaga. Jika sampai abai ataupun lalai menjaga kesehatan mata, akibatnya dapat muncul bermacam gangguan.
Salah satunya gangguan kelainan pada mata yaitu refraksi. Idealnya, mata normal bisa melihat jarak dekat maupun jarak jauh secara sempurna. Hal itu karena kornea dan lensa memfokuskan objek dengan jelas pada retina.
Namun, gangguan refraksi yang disebabkan perubahan anatomi mata membuat penglihatan jadi kabur. Ada 3 jenis gangguan kelainan refraksi mata yang bisa membuat penglihatan kabur, yaitu miopia atau disebut juga rabun jauh, hiperopia atau rabun dekat, dan astigmatisme atau silinder.
Masing-masing dari gangguan itu punya gejala yang berbeda. Berikut ini penjelasan singkatnya berkaitan dengan gangguan refraksi yang terjadi pada mata.
Miopia (Rabun Jauh)
Hal yang dialami orang saat mengalami miopia yaitu tidak mampu melihat dengan jelas atau buram obyek-obyek yang jauh. Rabun jauh paling sering dialami oleh anak-anak.
Mereka yang mengalami gangguan refraksi jenis ini harus mengenakan lensa minus guna menyempurnakan penglihatan.
Hiperopia (Rabun dekat)
Berkebalikan dari myopia, orang-orang yang punya gangguan hiperopia bisa melihat dengan jelas obyek yang jauh. Namun, penglihatan dia akan buram saat melihat objek jarak dekat.
Oleh sebab itu, mereka memerlukan lensa plus untuk mengatasi gangguannya. Rabun dekat bisa terjadi pada semua usai.
Astigmatisme (Silinder
Gejalanya astigmatisme meliputi sakit kepala; melihat arah vertikal benda dengan sangat jelas, sementara arah horizontal buram atau bisa juga sebaliknya.
Gejala lain yaitu pandangan kabur sebab penglihatan berbayang. Untuk membantu mengatasi astigmatisme dibutuhkan lensa silinder untuk membuat hanya ada satu titik fokus.
Mata tua (Presbiopi)
Mata tua atau presbiopi merupakan kondisi yang terjadi sebab lensa mata menjadi kaku, sehingga sulit untuk membiaskan atau memfokuskan cahaya pada retina mata.
Kekakuan lensa mata ini terjadi sebab proses penuaan. Kondisi presbiopi wajar dialami oleh lansia atau orang dewasa yang sudah berusia di atas 45 tahun.
Agar gangguan mata bisa teratasi gunakan kacamata atau pergi ke dokter mata untuk lebih tahu jenis gangguannya. (dan/ian)






