Surabaya (beritajatim.com) – Sebelum tewas, korban pengeroyokan di Pasar Kendung sempat jatuh di kamar mandi rumahnya. Perlu diketahui, Ervin atau kerap dipanggil Arifin mengalami pemukulan oleh tiga orang berinisial AR, WW, dan SF di Pasar Kendung, Kamis (17/08/2023). Pemukulan itu dipicu karena Arifin tak sengaja menyenggol area sensitif salah satu istri pelaku.
Novi keponakan korban mengatakan bahwa Arifin sempat pulang ke rumah dan menceritakan peristiwa di pasar Kendung kepadanya. Saat itu, Novi sambil membersihkan luka dari Arifin. Usai membersihkan luka, Arifin merasakan mual dan pusing. Korban pun langsung menuju kamar mandi. “Setelah dari kamar mandi itu korban sempat kejang-kejang kemudian tidak bernafas,” tutur Novi.
Keponakan korban itu juga menjelaskan bahwa Arifin sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Namun, Arifin sudah dinyatakan sembuh walaupun statusnya masih dalam pengawasan.
Sementara itu, dalam wawancara dengan awak media, Kapolsek Benowo AKP Nurdianto Eko mengatakan Arifin sempat pulang dalam kondisi normal dan hanya mengalami luka lecet di bagian siku. “Sesampai di rumah, korban (Ervin) membersihkan luka lecet di siku tangannya dengan menggunakan tisu dan betadine, karena luka yang dialami hanya luka lecet di sikunya,” tutur Nurdianto.
Usai membersihkan luka, korban menuju kamar mandi. Menurut Nurdianto Eko, Saat di kamar mandi itulah terdengar suara orang terjatuh. “Keluarga mendengar suara orang jatuh dan dimungkinkan kepala terbentur lantai, selanjutnya T menghampiri dan ditemukan korban (Ervin) dalam posisi terjatuh dengan nafas tersengal sengal,” ujarnya. Dari keterangan keluarga, polisi belum sempat melakukan otopsi karena sudah terlebih dahulu dimakamkan. (ang/kun)
BACA JUGA: Satu Pelaku Pengeroyokan di Pasar Kendung Surabaya Menyerahkan Diri






