Surabaya (beritajatim.com) – Tim Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur berhasil mengungkap komplotan spesialis pembobol gudang distributor rokok asal Magelang, Jawa Tengah.
Operasi penangkapan berlangsung pada Senin (2/6/2025) dini hari dan menewaskan dua dari empat pelaku karena melakukan perlawanan.
Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa komplotan ini baru saja beraksi di wilayah Bali dan berniat kembali melintasi Jawa Timur.
Berdasarkan informasi yang diterima, polisi langsung melakukan penyergapan di Situbondo dengan bantuan Satreskrim Polres Tulungagung dan Polres Sidoarjo.
“Informasi awal mereka ini melakukan aksinya di Bali. Lalu kembali menuju Jawa Timur dan kita sudah siap bersama dengan Polres Tulungagung dan Sidoarjo. Berkat kerja sama yang baik kami bisa bongkar komplotan ini,” ujar Jumhur, Rabu (4/6/2025).
Lebih lanjut, Jumhur menjelaskan bahwa kelompok kriminal ini telah melakukan pembobolan di sejumlah kota di Jawa Timur, seperti Tulungagung, Situbondo, Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo. Dari setiap aksinya, pelaku diduga meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.
Dua Pelaku Tewas Saat Melawan
Dalam proses penangkapan, aparat terpaksa melepaskan tembakan ke arah mobil Daihatsu Luxio B 1538 WID yang digunakan pelaku karena mereka mencoba kabur dan menabrak kendaraan PJR serta palang pintu Tol Kejapanan.
“Dua pelaku berinisial A dan E yang berada di sisi kanan mobil terkena peluru dan tewas di tempat,” jelas Jumhur.
Sementara itu, satu pelaku berinisial J berhasil melarikan diri dengan melompat dari kendaraan, menyeberangi pagar pembatas tol, dan lari ke arah perumahan Kahuripan, Sidoarjo.
Sedangkan satu pelaku lainnya yang berinisial R berhasil diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Satu orang kami amankan berinisial R. Saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Jumhur.
Penyisiran Terus Dilakukan
Polda Jatim bersama aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur. Penyisiran difokuskan di wilayah perumahan Kahuripan, tempat terakhir yang dilihat dari jejak pelarian J.
“Anggota kami masih melakukan penyisiran di daerah perumahan Kahuripan karena ada yang kabur satu orang,” pungkas Jumhur, saat memberikan keterangan di RS Bhayangkara, Selasa (3/6/2025) dini hari. (ted)






