Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berupaya dalam membangun ‘Kota Pariwisata Berbasis Sejarah dan Budaya’. Kepedulian Pemkot Mojokerto terhadap objek cagar budaya ini dengan mengucurkan anggaran senilai Rp58,6 juta untuk perawatan 13 objek cagar budaya.
Bantuan perawatan baru pertama kali dilakukan dan akan terus diberikan rutin di tahun-tahun berikutnya sebagai komitmen Pemkot Mojokerto untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya agar terpelihara dengan baik. Sehingga umur fisiknya lebih panjang dan bisa dinikmati oleh generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat penutupan pelatihan tari Sekar Mojo dan penyerahan bantuan perawatan 13 cagar budaya yang ditetapkan Kota Mojokerto, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Mojokerto, Rabu (16/11/2022).
“Ini sebagai bentuk komitmen kita, Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga san melestarikan cagar budaya. Kita memiliki Ripparda yakni Rencana Induk Pariwisata Daerah dan cagar budaya adalah bagian didalamnya yang wajib kita fasilitasi terkait kebutuhan anggarannya,” terangnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-surabaya”]
Sementara itu, Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, selain memberikan bantuan biaya perawatan, Pemkot Mojokerto juga memasang box panel di 13 objek cagar budaya tersebut. “Nilai yang kita berikan variatif dari mulai Rp3 juta hingga Rp6 juta,” tegasnya.
Bantuan tersebut sesuai amanat Perda Kota Mojokerto Nomor 17 tahun 2019 tentang pengolahan cagar budaya. Tak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi Pemkot Mojokerto kepada pelaku seni budaya, juga diselenggarakan kegiatan pelatihan Tari Sekar Mojo yang dilaksanakan selama tiga hari.
“Pelatihan Tari Sekar Mojo ini diikuti 60 orang siswi dan hari ini kita tampilkan sebagai seremonial penutupan pelatihan oleh Ibu Wali Kota,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, sebanyak 13 bangunan dan kawasan telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kota dalam kurun tiga tahun terakhir. Sebanyak 13 cagar budaya tersebut yakni gedung SMPN 7 Kota Mojokerto, SD Katolik Wijana Sejati, bangunan kolonial yang berada di Jalan Kartini dan Museum Gubug Wayang.
Gedung Rumah Sakit Bantuan (Rimkitban) Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah), kompleks Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan. Gedung SMPN 1, SMPN 2, SDN Purwotengah, Denkesyah Mojokerto, Kelenteng Hok Sian Kiong, Gereja Katolik Poroki Santo Yosef, Gereja Babtis Indonesia Pertama (GBIP), serta Kantor Detasemen Korem 082/CPYJ. [tin/kun]






