Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menilai, meskipun SEA Games penting, namun bukan paling utama.
Okto menyebut, SEA Games lebih tepat dilihat sebagai parameter awal untuk mengevaluasi perkembangan pembinaan atlet Indonesia, sebelum bersaing di level yang lebih tinggi seperti Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.
Okto menjelaskan, SEA Games tidak bisa dijadikan ukuran utama untuk menilai prestasi Indonesia dalam dunia olahraga internasional.
“SEA Games itu adalah Southeast Asia Games, di mana Indonesia bersaing dengan negara-negara ASEAN. Kita tidak bisa terlalu berlebihan memandang SEA Games karena banyak target yang lebih besar di depan mata,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski Indonesia harus tetap berusaha maksimal di SEA Games, peringkat atau posisi akhir tidak seharusnya menjadi satu-satunya acuan.
“Sekarang ini, kita harus fokus pada event yang lebih besar, yang lebih menentukan, seperti Asian Games, Kejuaraan Dunia, dan akhirnya menuju Olimpiade,” kata Okto.
Okto juga menekankan bahwa SEA Games seharusnya dimanfaatkan sebagai test case atau uji coba untuk atlet Indonesia.
Tujuannya adalah untuk mengevaluasi apakah proses pembinaan prestasi yang telah dilakukan sudah berjalan dengan serius dan efektif.
“Kita menggunakan SEA Games itu sebagai parameter awal, apakah dalam pembinaan prestasi itu dilaksanakan dengan serius, atau perlu evaluasi lagi,” tambahnya.
Dengan kata lain, SEA Games harus dilihat sebagai ajang yang lebih fokus pada pengembangan atlet dan sebagai langkah awal untuk persiapan menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Menurut Okto, untuk meraih kesuksesan jangka panjang, Indonesia harus fokus ke Asian Games, Kejuaraan Dunia, dan Olimpiade.
“Kita harus menyiapkan atlet untuk ajang-ajang yang lebih besar, dan tentunya dengan target yang lebih tinggi,” jelas Okto. (faw/ian)






