Bangkok (beritajatim.com) – Kontingen Indonesia masih bertahan di posisi kedua klasemen sementara SEA Games Thailand 2025 hingga Senin (15/12/2025). Hingga hari ke-11 penyelenggaraan, Indonesia mengoleksi 52 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta seluruh atlet tetap menjaga fokus dan konsistensi demi meraih tambahan emas hingga hari terakhir pertandingan pada 20 Desember mendatang.
Tuan rumah Thailand untuk sementara memimpin klasemen dengan raihan 144 emas, 88 perak, dan 62 perunggu. Sementara itu, Vietnam berada di peringkat ketiga dengan perolehan 40 emas, 47 perak, dan 69 perunggu.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa posisi klasemen saat ini belum mencerminkan hasil akhir. Ia meminta atlet dan ofisial tidak terlena dengan capaian sementara karena peluang medali emas masih terbuka lebar di sisa pertandingan.
“Jangan melihat peringkat hari ini. Masih ada empat hari menuju penutupan SEA Games. Potensi emas masih terbuka dan kita harus tetap fokus, konsentrasi, serta tidak lengah sampai akhir. Mari kita jaga fokus dan sebarkan semangat positif hingga SEA Games ditutup,” ujar Erick.
Erick juga menekankan bahwa evaluasi prestasi SEA Games harus dilakukan secara objektif dengan medali emas sebagai indikator utama kekuatan kompetitif. Menurutnya, SEA Games merupakan ajang antara dalam peta jalan pembinaan olahraga nasional menuju event yang lebih besar, seperti Asian Games dan Olimpiade.
Ia menyebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan cabang olahraga akan mulai memetakan potensi atlet serta cabang unggulan untuk ajang Asian Games 2026 hingga SEA Games 2027 berdasarkan hasil SEA Games Thailand 2025.
“Ini bukan lagi era tebak-tebakan. Ini era sport science dan persiapan matang. Awal tahun depan, kami bersama NOC Indonesia dan cabang olahraga akan menyusun prediksi yang jelas dan terukur untuk Asian Games dan SEA Games 2027,” tegas Erick.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. Ia menilai posisi Indonesia saat ini sebagai modal positif, namun menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa hingga hari terakhir.
“Per hari ini kita berada di peringkat kedua. Ini tentu membanggakan, tetapi kita tidak boleh terlena. Sumber-sumber medali emas masih ada di cabang-cabang berikutnya dan harus terus kita jaga sampai SEA Games berakhir,” kata Okto.
Okto juga mengapresiasi perhatian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap atlet nasional, termasuk kebijakan peningkatan bonus bagi peraih medali emas.
“Bonus emas yang meningkat menjadi Rp1 miliar bukan soal pragmatis, tetapi suntikan semangat. Atlet merasakan kehadiran negara. Jika di SEA Games saja perhatiannya sebesar ini, kita bisa membayangkan dukungan ke depan menuju Asian Games dan Olimpiade,” ujarnya.
Sementara itu, Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia SEA Games 2025 Bayu Priawan Djokosoetono menilai raihan sementara 52 medali emas mencerminkan kematangan kualitas atlet Indonesia. Ia memastikan tim CdM terus melakukan pendampingan intensif, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
“Ini bukan sikap overoptimistis, tetapi gambaran kualitas atlet kita. Dukungan Presiden dan Menpora sangat terasa dan menjadi tambahan energi saat atlet bertanding. Kami berharap performa Indonesia terus meningkat hingga hari terakhir,” ujar Bayu.
Selain pendampingan di venue pertandingan, tim CdM juga memaksimalkan peran Rumah Indonesia sebagai pusat pemulihan mental dan ruang kebersamaan atlet selama SEA Games 2025 di Thailand. (faw/but)






