Gresik (beritajatim.com) – Ambisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dunia olahraga tak berhenti di level nasional. Presiden ke-6 Republik Indonesia itu kini memasang target jauh lebih tinggi dan berambisi membawa Jakarta LavAni ke ajang dunia usai lolos ke babak final four Proliga 2026 mengalahkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi 3-0 (25-16, 25-22, 25-19) pada laga pembuka putaran kedua Proliga 2026, Sabtu (31/1/2026) di GOR Tridharma Petrokimia Gresik.
Bagi SBY, LavAni bukan sekadar klub voli. Tim yang didirikannya pada 2019 itu adalah simbol mimpi besar, kerja keras, dan pembuktian bahwa Indonesia mampu berbicara banyak di olahraga global, khususnya bola voli. “Saya ingin tim ini terus tumbuh, berkelas dunia, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar SBY usai laga kepada beritajatim.com.
Sejak terjun di kasta bola voli teratas, LavAni langsung mencuri perhatian publik voli nasional. Prestasi demi prestasi diraih di Proliga, dengan dominasi yang menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun tim secara profesional. “Pemain Indonesia punya talenta. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan benar,” ungkap SBY.
Bertanding di GOR Tridharma Petrokimia Gresik dan disaksikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta LavAni tampil dengan formasi terbaik, yakni Boy Arnes, Hendra Kurniawan, Malizi, Dio Zulkifli, serta dua pemain asing Taylor Sander dan Dickinson Nathaniel.
Sempat mendapat perlawanan dari Medan Falcons di awal set, LavAni kemudian mampu mengendalikan permainan lewat servis menekan, serangan cepat, dan blok yang kuat. LavAni pun mengambil set pertama dengan skor 25-16.
Pada set kedua, anak-anak Medan Falcons memperbaiki penerimaan bola servis dan mengubah pola menyerang untuk mengimbangi tekanan LavAni. Akan tetapi, LavAni beberapa kali mampu menahan smes pemain Falcons dan kembali menang 25-22.
Memasuki set ketiga, Falcons sempat memimpin 8-5. Akan tetapi, LavAni mampu mengejar dan berbalik unggul 16-12 lewat servis menekan yang berbuah ace. LavAni terus melaju dan menutup laga dengan skor 25-19.
“Alhamdulillah hari ini kami masih diberi kemenangan dan ini menjadi modal penting untuk menghadapi final four,” kata Asisten Pelatih Jakarta LavAni, Erwin Rusni.
Sementara itu, Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, mengakui keunggulan LavAni yang bermain lebih rapi dan solid, baik dalam menyerang maupun bertahan.
“Tadi sebenarnya set ketiga sudah sempat unggul, tetapi kami kehilangan empat atau lima poin karena receive tidak jalan. Ini memang masih jadi masalah bagi tim kami,” pungkasnya. (dny/kun)






