Surabaya (beritajatim.com) – Laga berjalan panas sejak menit-menit awal pertandingan. Leicester City yang bertamu ke Anfield, kandang Liverpool, berhasil memimpin lebih dulu di menit ke-9.
Umpan trobosan James Maddison kala itu, berhasil disambut dengan sempurna oleh Vardy. Berdiri bebas tanpa kawalan, Vardy berhasil melesakkan tendangan mendatar ke tiang jauh gawang Liverpool yang kali ini dijaga kiper muda, Caoimhin Kelleher.
4 menit berselang, Vardy menggandakan keunggulan Leicester seetelah berhasil menjebloskan bola hasil umpan dari Patson Daka. Liverpool yang biasanya tampil trengginas, kali ini dibuat kesulitan di menit awal oleh Leicester.
Krisis pemain akibat covid-19 menjadi salah satu penyebabnya. Di pertandingan malam tadi, Liverpool praktis menurunkan tim lapis kedua. Hanya Henderson yang merupakan pemain inti bersama Firminho. Lima diantara pemain Liverpool bahkan diisi oleh pemain akademi.
Babahk pertama, praktis dikuasai oleh Leicester. The Foxes, mengandalkan serangan balik cepat yagn terbukti efektif. Bahkan, mereka berhasil menutup babak pertama dengan skor 1-3.
Gol ketiga mereka dicetak oleh James Maddison melalui sepakan jarak jauh keras yang cukup fenomenal. Sedangkan gol Liverpool dicetak oleh Oxlade-Chamberlain setelah menerima backpass dari Firmino di menit ke 19.
Sayang, keunggulan dua gol i ni tak bisa dipertahankan oleh Leicester di babak kedua. Hal ini tidak lepas dari keputusan Klopp yang melakukan tiga pergantian sekaligus di awal babak kedua.
Tiga pemain muda mereka, Morton, Bradley, dan Koumetio ditarik keluar dan digantikan Milner, Jota, dan Konate. Pergantian tersebut terbukti efektif. Jota yang baru masuk di ababak kedua, berhasi mencetak gol setelah menerima umpan dari Minamino di menit ke 68.
Terus menyerang dan mencoba mengejar ketertinggalan, Liverpool akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan di masa perpanjangan waktu. Kali ini, Takumi Minamino yang berhasil mencetak gol.
Umpan diagonal James Milner ke kotak pinalti dapat dikontrol dengan baik oleh Minamino dengan dada. Bola yang jatuh memantul ke tanah kemudian berhasil ditendang menuju ke sisi pojok kiri gawang Schmeichel.
Tepat di menit 90+5, Liverpool akhirnya berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan dilanjtukan ke adu pinalti. Di adu pinalti ini, bintang pertandingan kembali beralih ke Kelleher.
Kiper yang baru berusia 23 tahun ini berhasil menggagalkan dua eksekusi pinalti pemain Leicester. Eksekusi Luke Thomas yang menjadi algojo ketiga berhasil ia blok. Begitu juga eksekusi penendang keenam, Ryan Bertrand.
Liverpool sebenarnya bisa memenangkan adu pinalti lebih awal jika saja tendangan Minamino sebagai penendeang kelima tidak membentur mistar gawang. Jota yang menjadi algojo ke-enam, bisa menuntaskan tugasnya dengan baik dan membawa Liverpool mengalahkan Leicester.
Dengan hasil ini, Liberpool berhak melaju ke semi final Carabao Cup. Mereka akan melawan Arsenal yang di hari sebelumnya berhasil mengalahkan Sunderland 5-1. [tur]






