Jember (beritajatim.com) – Marsekal Madya TNI Wayan Superman, Komandan Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, mengatakan ada peluang untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kami sudah hadir dalam proses di awal dibukanya bandara ini. Kalau kami lihat bandara akan digunakan manakala orang butuh kecepatan. Kecepatan ini boleh dibilang kalau ada daya tarik wilayah, utamanya pariwisata, kemudian sektor ekonomi,” kata Wayan, saat berkunjung ke Jember, Rabu (19/5/2021).
Faktor pendukung lain juga dibutuhkan untuk menarik investor. “Saya sudah ngobrol dengan Pak Bupati, mungkin sisi-sisi pendukung ekonomi yang lain dulu dibangun, infrastruktur dibangun, daya tarik dibangun, sehingga otomatis bandara akan menjadi ramai, karena orang butuh kecepatan,” kata Wayan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bandara-notohadinegoro”]
Menurut Wayan, pemerintah daerah lebih paham potensi wilayah. “Bandara hanya media saja. Kalau misalnya pariwisata, orang sekarang touring, ada jalur lintas selatan, tol sampai Probolinggo, kalau daerah ini sudah menarik maka segala cara akan digunakan untuk ke Jember. Salah satunya adalah melalui bandar udara. Bandara udara mungkin bukan sesuatu yang nomor satu. Tapi bagi orang yang butuh kecepatan, bandar udara tempatnya,” katanya.
TNI Angkatan Udara pernah menggunakan Bandara Notohadinegoro untuk simulasi mengantarkan logistik. “Kemarin waktu Malang Selatan terjadi gempa, kami sudah melaksanakan itu. Kami titip ada perwakilan di bandara untuk kerangka pengamanan, karena yang lebih paham wilayah udara adalah dari TNI Angkatan Udara,” kata Wayan.
“Kami harapkan bandara lebih ramai lagi, pariwisata ramai, UMKM bangkit, warga sekitar di masyarakat Jember bangkit. Pak Bupati tentunya akan lebih banyak senyum. Saya harapkan lima tahun lagi senyum mengembanglah,” kata Wayan, disambut senyum Bupati Hendy Siswanto yang berada di sampingnya selama wawancara dengan wartawan. [wir/ted]






