Jember (beritajatim.com) – Empat orang santri Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) milik anggota Hafidi, anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, terseret arus sungai. Bahkan salah satunya terjepit jeruji pengaman.
Peristiwa menegangkan itu terjadi pada Selasa (25/2/2025) sore. Saat itu hujan turun deras. “Banjir terjadi karena mungkin di hulu di Kecamatan Kalisat, Ajung, Ledokombo sudah hujan duluan, sehingga di daerah sini belum hujan, tapu debit air sudah naik,” kata Hafidi, Rabu (26/2/2025).
Hujan deras menyebabkan banjir di pondok putri. Namun seluruh santri bisa dievakuasi. “Di sisi lain, ada empat santri putra yang terseret arus. Tiga anak bisa tertolong. Satu orang anak terjepit di besi pengaman area pesantren di sungai,” kata Hafidi.
Untunglah, anak bernama Danil Siswanto, siswa SMP IBU kelas IX asal Desa Pace, Kecamatan Silo, itu bisa tertolong. “Dia berteriak, sehingga segera ditolong. Alhamdulillah bisa terselamatkan, dan anak itu luka lecet sedikit,” kata Hafidi.
Hafidi menduga Danil terseret arus air yang meluap. “Ketika dia main di sungai, terkena arus dan akhirnya terjepit. Karena terjepit, kami memotong besi itu,” katanya. [wir]






