Singapura (beritajatim.com) – Delegasi santri dari Pondok Modern Darussalam Gontor berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat regional. Mereka meraih Juara II Internasional dalam ajang Kompetisi Debat Bahasa Arab Internasional di Singapura.
Selain menjadi runner-up, tim perwakilan Indonesia ini juga mendominasi penghargaan individu. Mereka menyabet tiga gelar pembicara terbaik sekaligus sepanjang kompetisi berlangsung. Pencapaian ini mempertegas kualitas penguasaan bahasa asing para santri di panggung dunia.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari proses persiapan yang matang. Seluruh santri mendapatkan pembinaan intensif di bawah arahan Fariz Istiqlal Harahap. Selaku pembimbing tim, ia secara konsisten menempa kemampuan debat dan seni berbicara para santri.
Fariz sendiri memiliki rekam jejak yang solid di bidang ini. Ia tercatat sebagai mantan Juara 1 Debat Bahasa Arab Nasional. Pengalaman kompetisi tersebut menjadi modal krusial dalam merancang strategi bertanding para santri.
Dalam kompetisi ketat ini, delegasi Gontor tampil kompetitif sejak babak penyisihan. Mereka berhasil memukau dewan juri internasional melalui argumentasi yang sistematis dan berbasis data. Semua materi didebatkan menggunakan bahasa Arab yang fasih serta lugas.
Kemenangan ini sekaligus mematahkan stigma lama tentang sistem pendidikan tradisional. Prestasi tersebut membuktikan bahwa pesantren modern mampu melahirkan talenta muda yang kompetitif. Mereka siap bersaing dalam berbagai forum ilmiah tingkat dunia.
Fariz Istiqlal Harahap menyatakan bahwa pencapaian gemilang ini menjadi bukti nyata kualitas pesantren. Keberhasilan meraih posisi runner-up di Singapura diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi pelajar lain. “Prestasi ini bukan hanya kemenangan bagi Gontor, tetapi juga untuk Indonesia,” ujarnya.
Disiplin harian dan tradisi literasi yang kuat menjadi fondasi utama prestasi ini. Di sela-sela kompetisi, para delegasi juga sempat mengibarkan bendera Merah Putih di kawasan ikonik Singapura. Momen tersebut menjadi wujud kebanggaan mereka sebagai perwakilan bangsa.
Melalui raihan prestasi tingkat dunia ini, santri Indonesia kembali menunjukkan kapasitas terbaiknya. Mereka terbukti mampu menjadi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. Masa depan kepemimpinan umat kini berada di tangan generasi yang berwawasan luas. (har)






