Ngawi (beritajatim.com) – Seorang santri remaja asal Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada Minggu (20/11/2022).
Korban diketahui berinisial DWW (14), putra tunggal pasangan DMW (43) dan J (38). Korban dilaporkan meninggal kemarin pukul 04.00 WIB.
Ayah korban, DMW, mengaku mendapatkan kabar anaknya meninggal pertama kali pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Kabar tersebut disampaikan oleh perwakilan ponpes yang datang langsung ke rumahnya.
“Awalnya mereka tanya, apakah anak saya punya riwayat penyakit, saya jawab, anak saya tidak punya riwayat penyakit apapun. Kemudian, saya dikabari jika anak saya sudah meninggal dunia, dan saat itu jenazah anak saya disemayamkan dj masjid Pondok. Saya langsung berangkat ke sana,” kata DMW saat ditemui beritajatim.com di kediamannya, Senin (21/11/2022)
DMW mengungkapkan sebelum sampai ke lokasi ponpes, dia sempat melapor ke Polsek Masaran. Kemudian, barulah menuju pondok dan di sana, dia melihat jenazah anaknya sudah dibalut kafan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ngawi”]
Remaja kelas IX SMP itu sebelumnya sempat bertemu dengan kedua orangtuanya pada Jumat (18/11/2022). DMW menyebut jika saat itu anaknya masih sehat, ceria, dan tak melaporkan ada masalah ataupun keluhan.
Anaknya yang sudah berada di pondok tersebut sejak kelas VII itu mengaku masih senang berada di sana dan sebelumnya tak ada kendala.
“Terakhir ketemu ya hari Jumat itu, kemudian hari Minggunya di kabari kalau anak saya meninggal dunia. Kami kaget dan setelah kami lihat jenazahnya kami pun membawa jenazah itu ke RSUD Sragen untuk divisum,” kata DMW.
Sayangnya, sampai kini belum jelas apa penyebab kematian putranya. Yang jelas, DMW masih diminta untuk menunggu hasil visum tersebut.
“Kami masih menunggu ya. Karena kami shock, anak itu pada Jumat masih sehat, kok tiba-tiba meninggal dunia pada hari Minggu padahal tidak punya riwayat sakit apa-apa,” pungkasnya. [fiq/beq]






