Surabaya (beritajatim.com) – Sampoerna Academy mendorong penguatan kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam mendampingi anak menghadapi tantangan akademik di setiap jenjang pendidikan. Sinergi ini dinilai berperan penting dalam membentuk motivasi belajar, karakter, serta kesiapan siswa menghadapi perkembangan zaman.
“Dari pengalaman kami mendampingi siswa dan berinteraksi dengan orang tua, kami melihat dampak besar ketika rumah dan sekolah berjalan seiring. Anak tumbuh lebih percaya diri, termotivasi, dan memiliki fondasi karakter yang kuat,” kata Director of Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin, Kamis (18/12/2025).
Mustafa menjelaskan, perjalanan pendidikan anak tidak selalu berjalan mulus. Setiap fase perkembangan membawa tantangan berbeda yang membutuhkan pendekatan pendampingan yang selaras antara lingkungan rumah dan sekolah.
“Komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang konsisten menjadi kunci agar anak mampu beradaptasi dan berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun emosional,” ujarnya.
Pandangan tersebut diperkuat Psikolog Pendidikan Cynthia Vivian Purwanto, M.Psi. Ia menyebut setiap tahap perkembangan anak, mulai usia dini hingga remaja akhir, memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.
“Setiap fase membawa tantangan emosional, sosial, dan akademik yang unik. Pendampingan dari orang tua dan sekolah perlu disesuaikan agar anak tetap termotivasi dan memiliki kesehatan mental yang baik,” kata Cynthia.
Cynthia menambahkan, tanpa penanganan yang tepat, tekanan akademik dapat berdampak pada turunnya motivasi belajar dan kesejahteraan psikologis anak. Karena itu, kerja sama yang nyata menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan belajar yang sehat.
“Ketika orang tua dan sekolah saling mendengarkan dan bekerja sama, anak akan lebih resilien, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan pendidikan hingga dunia kerja,” tutupnya. [asg/kun]






