Kediri (beritajatim.com) – Puluhan santri Lirboyo Kota Kediri melaksanakan kegiatan safari ramadan di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Kedatangan mereka disambut oleh Pemerintah Kecamatan Kandangan, Kamis (31/3/2022) sore kemarin,
Sebelumnya, mereka sempat berkumpul di Pendopo Kecamatan Kandangan. Para santri mengikuti pertemuan dan sekaligus pelepasan ke desa-desa. Hadir dalam acara tersebut, Camat Kandangan Koramil, beberapa pengasuh dan Asparagus Pondok Pesantren Lirboyo serta hadir juga Ketua PC Himasal Kab/Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil.
Ada 89 santri yang mengikuti pelepasan. Selanjutnya, mereka akan disebar ke-40 titik lokasi Masjid dan musala di empat desa di Kecamatan Kandangan. Antara lain, Desa Mlancu, Medowo, Bukur, dan Banaran. Masing-masing titik lokasi diisi oleh 2-3 orang santri.

Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut selain melengkapi administrasi dan laporan kesekretariatan, juga ada yang bertugas menjadi seksi dokumentasi dan publikasi, yang tugasnya adalah mengakomodir pertanyaan ataupun problematika keagamaan warga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Salah satu pengurus Himpunan Alumni Lirboyo (Himasal) Agus Ma’adzalloh Daerobi mengungkapkan, dari kegiatan safari ini adalah santri akan lebih terasah pengalamannya dengan terjun langsung ke masyarakat. Apalagi ketika kondisi sosial ekonomi masyarakat tersebut beragam.
“Ketika santri tersebut telah menyelesaikan pendidikannya di pondok dan pulang ke kampung halamannya akan benar-benar siap untuk berkiprah menebar dakwah yang ramah,”ungkap Agus Ma’adzalloh Daerobi.

Terpisah, Camat Kandangan Moh Saroni menuturkan, semoga para santri bisa betul-betul mengedukasi kepada masyarakat khususnya di bulan Ramadan ini.
“Sehingga kegiatan ini berdampak pada peningkatan pemahaman terhadap khususnya dalam hal ini peningkatan beragama. Pesan saya tolong jaga sikap jaga perilaku tempat yang baru karena para santri ini masih muda energi ganteng-ganteng sehingga harus bisa menahan menahan diri dalam segala hal,”tutur Camat Kandangan.
Masyarakat sekitar sangat antusias dan menyambut baik tentang kegiatan safari ini. Bahkan mereka langsung mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan santri delegasi agar safari ramadan berjalan sukses. Mulai dari tempat menginap, akomodasi, dan konsumsi santri selama ramadan.
Beberapa di antara mereka juga ada yang meminta tentang tema ngaji untuk dibawakan santri, salah satunya adalah tentang fikih dasar sehari-hari atau praktik ubudiyah, dan dalil atau landasan amaliyah ahlus sunnah wal jamaah. [nm/but]






