Surabaya (beritajatim.com) – Peluang Liverpool lolos ke final sangat besar. Liverpool minimal hanya butuh hasil seri atau bahkan kalah tidak lebih dari satu gol saat gantian menyambangi Villarreal di leg kedua, sepekan lagi. Di sisi lain, si Kapal Selam Kuning mesti menang dengan selisih tiga gol untuk maju ke partai puncak Liga Champions.
Pada kemenangan Liverpool atas Villarreal dengan dua gol menyisakan catatan tersendiri. Duel di Stadion Anfield itu menghasilkan catatan impresif bagi The Reds.
Hal ini karena anak asuh Klopp sudah unggul 2-0 dalam kurun waktu dua menit. Gol bunuh diri Pervis Estupinan pada menit ke-53 membuka keunggulan Liverpool.
Gol itu berawal dari pergerakan di sayap kiri, Henderson lalu melepaskan umpan silang yang mengenai kaki Estupinan. Bola lalu berbelok arah namun sentuhan kiper Villarreal, Rulli, tak sanggup mencegah bola masuk ke gawang.
Liverpool cuma butuh dua menit guna memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Sodoran Mo Salah berhasil menembus pertahanan Villarreal, Mane menyelesaikan dengan sontekan mendatar untuk mengirim bola ke sudut bawah gawang. Sadio Mane pun mampu mengoyak jala gawang Geronimo.
Gol Sadio Mane itu merupakan gol ke-14 babak sistem gugur Liga Champions. Torehan gol winger asal Senegal itu kini setara dengan rekor Didier Drogba (Pantai Gading) sebagai pemain Afrika dengan gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions.
Pada laga ini juga terjadi hal menarik lainnya, yaitu dua kali gol dianulir oleh wasit lantaran offside. Gol dianulir pertama terjadi pada menit ke-50.
Gol dari Fabinho yang mampu memperdaya kiper Villarreal. Namun gol harus dianulir sebab Virgil van Dijk sudah berada pada posisi offside.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sepakbola”]
Liverpool kembali mendapat anulis dari wasit di menit ke-64. Selebrasi Andy Robertson usai menggetarkan gawang lawan pun seolah sia-sia. Sebab, hakim garis lebih dulu mengangkat bendera tanda offside sehingga gol harus dianulir.
Kendati begitu, Liverpool masih menang 2-0 atas The Yellow Submarine. Kemenangan yang jadi modal penting menghadapi leg kedua di peka depan. (dan/ian)






