Banyuwangi (beritajatim.com) – Saat berkunjung ke Banyuwangi, Anies Baswedan menjumpai sejumlah warga. Mereka datang dari para tokoh masyarakat, tokoh agama hingga kalangan masyarakat biasa hingga nelayan.
Dalam sebuah momen, Anies Baswedan membuka sesi dialog dan menyapa warga. Di momen itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mendapatkan berbagai pertanyaan dari warga kepulauan Madura.
Salah satunya datang dari H. Wawang. Dia jauh datang dari Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep demi berjumpa dengan Anies.
Saat bertemu, dirinya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya sebagai warga kepulauan. Awalnya dia cerita, jika jarak tempuh dari rumah hingga ke Banyuwangi itu cukup lama.
Baca Juga: Hidup Sendirian, Wanita Tua di Magetan Ini Ditemukan Meninggal di Rumahnya
“Kami ini jauh datang ke sini. Butuh waktu 30 jam untuk sampai. Karena kami dari Pulau Sapeken dari Pulau Madura kemudian ke Surabaya lalu ke sini,” ungkapnya.
Sebenarnya, kata Wawang, ada jarak tempuh yang agak cepat menggunakan kapal Pelni. Tapi, jadwalnya tidak tentu.
“Kemarin itu pas jadwalnya tidak sama, sehingga harus memilih perjalanan menggunakan transportasi lain,” terangnya.
Tidak hanya itu, Wawang juga menyampaikan mengenai perhatian pemerintah terkait kesehatan. Di bidang ini, menurutnya warga kepulauan jauh dari yang diharapkan.
Baca Juga: Ketua AKD Jombang Apresiasi Turnamen Bola Voli Putri se-Jatim di Watudakon
“Di sektor kesehatan kami ini sangat prihatin. Kalau Pak Anies ditakdirkan jadi presiden, bikin kesehatan untuk kepulauan di mana kepulauan itu sangat jauh dari kota. Jadi saat ada orang mai melahirkan dan orang kekurangan HB itu harus mati di tengah jalan,” katanya.
Selain itu, kata Dia, warga Sapeken mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan. Namun, ada hal yang pelik lantaran BBM selalu menjadi kendala. Bahkan, dia juga menantang Anies Baswedan untuk datang ke Pulau Sapeken.
“Yang ketiga itu masalah BBM, dan terakhir itu ada Pulau Sebira itu yang tak pernah disentuh oleh gubernur maupun presiden, setelah Pak Anies jadi gubernur datang ke Pulau Sebira. Untuk itu kami undang Pak Anies datang ke Pulau Sapeken dan biaya kami yang nanggung,” ucapnya.
Baca Juga: Kasus Mutilasi di Jombang: Dianiaya Dulu, Dihabisi Kemudian
Mendengar pesan itu, Anies Baswedan langsung menanggapinya. Menurutnya, permasalahan tersebut bakal menjadi pekerjaan rumah buat dirinya.
“Masalah BBM itu menjadi masalah di mana-mana, yang akan kita juga selesaikan,” katanya kepada warga yang bertanya tersebut.
Terkait dengan tawaran datang ke Pulau Sapeken, Anies menanggapi serius. “Nanti kita atur bagaimana caranya agar bisa kita atur, jangan sampai kita datang ke tempat yang mudah kita jangkau dari kota,” terangnya.
Sementara mengenai kesehatan di kepulauan juga bakal menjadi perhatian serius. Pasalnya, hal itu pernah dikerjakan oleh Anies saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Baca Juga: Uji Praktik SIM di Malang Tak Rumit Lagi, Masyarakat Gembira
“Soal kesehatan, di Kepulauan Seribu itu masuk di bagian ibu kota, bapak itu cerita seperti itu saya sangat terenyuh.
“Alhamdulillah sekarang di Jakarta ada kapal ambulan khusus untuk melayani pulau pulau dan begitu ada kebutuhan dapat mengangkut kapan saja.
“Klinik berbentuk kapal, menjangkau pulau terdepan, jadi tidak hanya untuk mengangkut tapi juga melayani saat diperjalanan. Ini nanti akan kita perbanyak.
“Ini peristiwa sangat menyedihkan, ada ibu hamil melahirkan lalu ibu atau anaknya harus dimakamkan,” pungkasnya. (rin/ian)






