Lamongan (beritajatim.com) – Hampir tiap tahun, utamanya saat musim penghujan, jalan poros Karanggeneng-Sukodadi, tepatnya di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan, kerap mengalami kerusakan parah.
Selain itu, dalam beberapa pekan terakhir ini, jalan di kawasan tersebut juga tergenang banjir, hingga memperparah kondisi jalan dan mengakibatkan banyak lubang bermunculan. Sekadar diketahui, keberadaan jalan poros Paciran-Karanggeneng-Sukodadi ini cukup urgen.
Pasalnya, jalan ini menjadi jalur lintas alternatif bagi pengguna jalan untuk menuju Lamongan atau sebaliknya ke jalan Daendles, Pantura Lamongan. Wajar, jika jalan poros yang tiap hari dipadati oleh lalu lalang kendaraan ini seringkali dikeluhkan oleh pengguna jalan, akibat kerusakan rutin yang melanda di tiap musim penghujan tiba.
Tak hanya itu, seolah menjadi langganan, sejumlah protes pun cukup mewarnai keberadaan jalan yang sering terendam banjir tersebut. Paling terkini, sekawanan pemuda desa bahkan menggelar aksi protes dengan menggiring bebek ke jalan yang kebanjiran.
Menyikapi itu semua, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan segera memulai pembangunan jalan raya Sukodadi-Sumberwudi, tepatnya di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, pada Maret 2022. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo mengungkapkan, jalan yang rusak akibat sering terkena banjir itu akan segera dibangun dan ditambah ketinggiannya sekitar 50 centimeter.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jalan-rusak”]
“Sebelum dibangun, jalan akan terlebih dahulu dipadatkan dan ditinggikan 40 sampai 50 centimeter. Teknik pembangunannya, jalan akan dicor beton dengan panjang sekitar 1,5 kilometer,” ungkap Sujarwo kepada wartawan, Kamis (6/1/2022) sore.
Untuk sementara, Sujarwo menjelaskan, sembari menunggu air banjir surut dan waktu pengerjaannya, terlebih dulu dilakukan pemeliharaan jalan melalui pengurukan menggunakan batu gunung dan limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dicampur semen. “Karena pengerjaan masih bulan Maret, maka akan dimulai pemeliharaan sementara, agar arus lalu lintas tetap bisa berjalan,” jelas mantan Asisten Administrasi Pemkab Lamongan ini.
Lebih rinci, Sujarwo menyebutkan, pada tahun 2022 ini akan dilakukan pembangunan atau peningkatan jalan sebanyak 45 ruas dengan anggaran Rp 150 miliar. Meliputi jalan raya Sukodadi-Sumberwudi, Turi-Kiringan, Kiringan-Dibee, Soko-Dagan, Sukorame-Sembung, Sukorame-Slaji, Mojorejo-Jegrek, Kalen-Jatipayak, Sukodadi-Plembon (Unisda), Laren-Keduyung, Jatipayak-Mojorejo, Gembong-Dempel, Nguwok-Tlanak, Plaosan-Gendong Kulon.
“Dan masih banyak jalan lain yang akan dikerjakan pada tahun 2022 ini. Tentunya, jalan yang masuk ke dalam jalan Kabupaten,” paparnya.
Terakhir, Sujarwo membeberkan, pada prinsipnya Pemkab Lamongan berkomitmen untuk terus memperhatikan perbaikan jalan. Namun, semuanya dilakukan secara bertahap dan ada skala prioritas yang harus didahulukan.
“Prioritas itu terkait dengan tingkat kerusakan jalan serta pertimbangan teknik lainnya. Sudah ada plan pembangunan jalannya, tapi semua menunggu waktu, termasuk anggaran yang dibutuhkan,” bebernya. [riq/suf]







