Surabaya (beritajatim.com) – Semangat kebersamaan dan kepedulian mewarnai acara Run to Smile yang digelar di Surabaya pada 23 Februari 2025. Sebanyak 500 pelari dari berbagai kalangan, termasuk keluarga dengan anak-anak, turut serta dalam acara lari amal yang diinisiasi oleh Yayasan Seribu Senyum dan asuransi SalingJaga by Asuransi Kitabisa
Acara ini tidak hanya sekadar lari santai, tetapi juga memiliki misi mulia untuk mendukung pemberdayaan ibu-ibu tunggal di Surabaya. Melalui penggalangan dana, para pelari dan #OrangBaik berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp100 juta yang diserahkan secara simbolis kepada ibu-ibu tunggal binaan Yayasan Seribu Senyum.
“Kami melihat, setelah pandemi COVID-19 itu single parent meledak jumlahnya. Sehingga, kami merasa punya tanggung jawab sosial untuk membantu dan memberikan dukungan kepada mereka. Ibu tunggal menjalani dua peran, sebagai ibu dan bapak. Jadi mereka perlu dapat pendampingan dan support secara finansial,” ujar Muchammad Syafrizal Izaqi, Chief Marketing Officer Yayasan Seribu Senyum.
Salah satu keistimewaan dari acara Run to Smile adalah perlindungan asuransi yang diberikan kepada seluruh peserta. Asuransi SalingJaga memberikan perlindungan Kecelakaan Mikro dengan total santunan mencapai Rp121 juta.
“Dari SalingJaga kami berperan untuk memberikan perlindungan ya. Jadi, seluruh peserta yang lari hari ini sebenarnya secara otomatis juga bagian dari Asuransi SalingJaga, sudah terlindungi selama satu tahun ke depan,” terang Fahri Amirullah, Chief Marketing Officer Kitabisa & SalingJaga.
Asuransi SalingJaga Kecelakaan Mikro memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kecelakaan yang tidak disengaja, baik kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, maupun kecelakaan saat berolahraga.
Acara Run to Smile disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat Surabaya. Banyak peserta yang datang bersama keluarga, menjadikan acara ini sebagai momen olahraga sekaligus quality time.
“Seru sekali, luar biasa event-nya. Saya bisa lari sama anak, olahraga bareng sambil quality time. Apalagi ini kan larinya tidak cuma fun tapi ada charity-nya juga ya, ditambah yang daftar juga otomatis dapat perlindungan dari SalingJaga. Appreciate banget deh, dapat medali dan piala juga nih,” tutur Tyas (37), salah satu peserta.
Selain medali finisher, para peserta juga mendapatkan piala apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam mendukung pemberdayaan ibu-ibu tunggal.
Donasi yang terkumpul dari acara Run to Smile akan disalurkan melalui program Senyum Mama dari Yayasan Seribu Senyum. Program ini bertujuan untuk memberikan modal usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu tunggal.
“Kami melihat, setelah pandemi COVID-19 itu single parent meledak jumlahnya. Sehingga, kami merasa punya tanggung jawab sosial untuk membantu dan memberikan dukungan kepada mereka. Ibu tunggal menjalani dua peran, sebagai ibu dan bapak. Jadi mereka perlu dapat pendampingan dan support secara finansial,” jelas Zaqi.
Saat ini, Yayasan Seribu Senyum telah membina lebih dari ratusan ibu tunggal melalui program Senyum Mama.
Zaqi mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada ibu-ibu tunggal melalui donasi di galang dana Kitabisa.
“Setelah Surabaya, event Run to Smile ini juga akan ada di Tangerang Selatan dan Bandung. Memang kami ingin menyebarkan SalingJaga ke lebih banyak kota lagi. Sehingga, ke depan harapannya bisa lebih masif lagi, seluruh Indonesia bisa tolong-menolong, saling jaga se-Indonesia,” pungkas Fahri.
Asuransi SalingJaga merupakan program tolong-menolong antar anggota yang digagas oleh Asuransi Kitabisa. Saat terjadi kecelakaan, anggota akan mendapatkan santunan dari dana bersama. Hingga saat ini, SalingJaga telah memiliki lebih dari 100 ribu anggota.
Program ini sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui SalingJaga, masyarakat dapat saling membantu dan meringankan beban sesama, terutama dalam menghadapi risiko kecelakaan.
Acara Run to Smile tidak hanya memberikan dampak positif bagi ibu-ibu tunggal yang dibina oleh Yayasan Seribu Senyum, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan dalam acara ini diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang di seluruh Indonesia.
Dengan adanya program seperti SalingJaga, diharapkan masyarakat Indonesia dapat semakin terlindungi dan memiliki rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.[rea]






