Surabaya (beritajatim.com) – Insiden kebakaran di Kota Surabaya selama bulan April 2026 didominasi oleh objek bangunan rumah warga, dengan kemunculan kasus tertinggi akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting), Selasa (5/5/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laskita Rini, mencatat total terdapat 17 kasus kebakaran yang terjadi selama sebulan terakhir.
Rini merinci bahwa dari total tersebut, objek bangunan yang terbakar meliputi enam unit rumah warga, tiga lokasi industri atau pabrik, serta dua unit tempat usaha dagang.
“Total ada 17 kejadian. 11 di antaranya, adalah kebakaran yang menyasar objek bangunan,” ujar Rini pada Selasa (5/5/2026).
Selain bangunan fisik, api juga melahap tiga objek non-bangunan; yang mencakup dua kejadian kebakaran semak alang-alang dan satu kasus tumpukan sampah.
Mengenai penyebabnya, lima kasus dipastikan akibat korsleting listrik dan empat kasus karena rambatan api terbuka, sementara delapan kejadian lainnya masih dalam tahap penyelidikan.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian peristiwa tersebut,” jelasnya.
Meski nihil korban, kerugian materiil yang ditimbulkan dari belasan insiden ini diperkirakan mencapai angka yang cukup besar, yakni sekitar Rp4,7 miliar.
Menanggapi situasi ini, DPKP Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api guna mencegah kejadian serupa.
Warga pun diminta segera menghubungi Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan tepat jika melihat titik api.
“Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (rma/ted)






