Jombang (beritajatim.com) – Musibah besar menimpa pasangan suami-istri, Zainul Arifin (51) dan Istiqomah (48), di Dusun Jeblok, Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Senin malam, 13 Oktober 2025.
Ketika mereka tengah menunggu kabar tentang anak mereka yang sedang menjalani operasi di RS Mojowarno, rumah mereka terbakar habis. Api yang melalap bangunan rumah permanen itu juga menghanguskan seluruh harta benda berharga, termasuk uang puluhan juta dan perhiasan.
Tragisnya, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong, meninggalkan pemiliknya syok berat dengan kehilangan yang tak terbayangkan.
Bencana itu datang dengan cepat. Api, yang awalnya terlihat dari jendela, segera membesar, mengancam seluruh bangunan dan harta benda di dalamnya. Kerabat dekat pemilik rumah, Siswo Jatmiko, mengungkapkan bahwa dua anak kecil yang kebetulan bermain di sekitar lokasi kebakaranlah yang pertama kali melihat asap dan api melalui kaca rumah.
Mereka langsung berteriak, memanggil perhatian tetangga yang bergegas keluar untuk membantu. Namun, api yang begitu cepat membesar tak bisa dikendalikan dengan peralatan manual.
“Saat kejadian, pemilik rumah sedang menunggu anaknya operasi di rumah sakit. Rumah ini ditinggal oleh ayahnya sekitar habis maghrib,” kata Siswo menjelaskan detik-detik sebelum kebakaran.
Meskipun warga berusaha keras memadamkan api dengan segala cara, mereka tak mampu menghalau kobaran api yang semakin besar. Setelah menyaksikan kerusakan yang begitu parah, mereka pun menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil Damkar dari Pos Mojoagung segera meluncur ke lokasi dan dalam waktu sekitar satu jam berhasil memadamkan api.
Namun, tak ada yang bisa mengembalikan barang-barang berharga yang telah hangus terbakar. Semua perabot rumah, mulai dari kasur, freezer, kipas angin, hingga perhiasan dan uang senilai puluhan juta rupiah, tak tersisa.
M. Soleh, Koordinator Pos Damkar Mojoagung, menyatakan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik, yang berasal dari kipas angin yang masih menyala di kamar depan.
Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun dampaknya sangat mendalam bagi keluarga tersebut. Istiqomah, sang pemilik rumah, sempat pingsan ketika mengetahui harta benda berharga miliknya hancur begitu saja.
Meski api telah dipadamkan dan tidak ada korban jiwa, perasaan kehilangan dan keterkejutan begitu besar. Tetangga sekitar, yang melihat kondisi Istiqomah, segera berusaha menenangkannya dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, meski sebagian besar sudah terlambat. [suf]






