Surabaya (beritajatim.com) – Puri Bagas Nauli, lokasi syuting legendaris yang dijuluki rumah seribu sinetron, kini telah dibongkar. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi terkini bangunan legendaris tersebut yang kini telah rata dengan tanah dan berganti wajah menjadi kawasan hunian baru. Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi lokasi syuting berbagai sinetron populer itu kini tinggal kenangan.
Dalam beberapa unggahan video, memeperlihatkan tahap pembongkaran rumah ikonik yang pernah muncul dalam banyak judul sinetron Tanah Air. Salah satu yang paling melekat di ingatan publik adalah sinetron legendaris “Bidadari”, serta sejumlah produksi dari rumah produksi Gentabuana. Tak heran jika lokasi ini kemudian dijuluki rumah seribu sinetron oleh para penggemar.
Kreator konten Mama Muel melalui kanal YouTube miliknya memberikan penjelasan mengenai latar belakang pembongkaran Puri Bagas Nauli. Ia menyebut bahwa rumah tersebut sebenarnya sudah terjual sejak Juli 2024, setelah menunggu pembeli selama kurang lebih 10 tahun. Pemilik barunya kemudian memutuskan untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi kompleks perumahan modern.
“Rumah Puri Bagas Nauli sudah terjual sejak Juli 2024. Setelah menunggu sekitar 10 tahun akhirnya terjual. Owner Puri Bagas Nauli adalah almarhum Bapak Sahrul dan Ibu Indra,” ungkap Mama Muel dalam videonya.
Sejak proses pembongkaran dimulai, perubahan besar terjadi secara bertahap. Pintu gerbang yang dulu sering muncul di layar televisi, halaman hijau yang menjadi latar adegan keluarga, hingga bangunan utama yang megah, kini sudah tidak tersisa. Area tersebut saat ini telah berubah menjadi perumahan yang diberi nama Puri Kaberaz.

Dalam keterangannya, Mama Muel juga menyebutkan bahwa kawasan tersebut direncanakan akan dibangun sebanyak 23 unit rumah. Masing-masing rumah akan dibuat dengan konsep tiga lantai, menyesuaikan kebutuhan hunian modern di kawasan perkotaan. Hingga kini, pembangunan perumahan tersebut terus berjalan dan hampir tidak menyisakan jejak kejayaan masa lalu Puri Bagas Nauli.
Lebih dari satu tahun sejak pembongkaran dimulai, banyak masyarakat yang merasa kehilangan. Rumah yang dulunya hanya bisa dilihat melalui layar kaca atau dilewati setiap hari kini benar-benar lenyap. Bagi sebagian orang, tempat ini bukan sekadar bangunan, melainkan bagian dari sejarah sinetron Indonesia.
Reaksi warganet pun membanjiri kolom komentar di berbagai platform media sosial. Banyak yang menyayangkan keputusan pembongkaran rumah bersejarah tersebut.
“Sayang banget lho, rumah sejuta sinetron sudah lenyap dan hilang. Pasti fans-fansnya menangis karena rumah sejarah sejuta sinetron sudah tak ada,” tulis akun MOYO***.
Komentar serupa juga datang dari akun dian*** yang menyebut, “Tempat bersejarah sinetron Gentabuana sama sinetron Pangeran jadi tinggal kenangan.” (fyi/but)






