Ngawi (beritajatim.com) – Ratusan hektar lahan persawahan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus dan sundep. Kondisi tersebut membuat petani merugi hingga belasan juta rupiah per hektare dan terancam tidak bisa menanam kembali.
Di Desa Patalan, Kecamatan Kendal, pada Sabtu (23/8/2025), hamparan padi yang seharusnya sudah berisi tampak rusak dan mati. Petani mengaku sudah tiga kali berturut-turut gagal panen akibat serangan hama serupa.
“Susahnya tidak bisa dibayangkan, Mas. Sudah tiga kali ini gagal panen diserang tikus dan sundep. Biaya yang sudah kita keluarkan setiap musim tanam 12 juta minimal,” kata Darju, petani setempat.
Kerugian dialami petani karena biaya tanam per hektare mencapai Rp12 juta hingga Rp15 juta. Modal tersebut sebagian besar diperoleh dari pinjaman bank.
“Kalau masih hijau masih bisa dibuat pakan ternak, tapi kalau sudah begini mau diapakan lagi. Sudah tiga kali ini gagal panen akibat serangan hama tikus dan sundep, modal dari pinjam bank,” ujar Samsudin, petani lain.
Senada, Waris Saidi mengaku sedih karena modal tanam habis sia-sia. “Sedihnya itu, modal pinjam dari bank, tanam malah diserang hama. Sudah tiga kali ini, awalnya hijau lalu mati diserang tikus dan sundep,” ucapnya.
Meski telah diberikan berbagai jenis obat pertanian, hama tikus dan sundep tetap menyerang bahkan pada tanaman padi berusia satu bulan. Akibatnya, tanaman hanya bisa dijadikan pakan ternak.
Para petani berharap pemerintah turun tangan membantu meringankan beban mereka, terlebih karena modal yang digunakan untuk tiga musim tanam terakhir masih berasal dari pinjaman bank.[fiq/aje]






