Kediri (beritajatim.com) – Gedung Airlangga di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) yang baru diresmikan terdiri dari tiga zona, yaitu Gedung A, B, dan C yang terhubung secara terintegrasi. Gedung B kini dilengkapi fasilitas katerisasi jantung untuk memenuhi kebutuhan penanganan penyakit jantung yang semakin meningkat di wilayah Kediri.
Direktur RSKK, dr. Gatut Rahardjo, menjelaskan bahwa fasilitas ini dihadirkan sebagai solusi agar pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit luar daerah.
“Harapannya kedepan tidak perlu dirujuk lagi (ke rumah sakit lain),” terangnya.
Selain layanan jantung, RSKK juga bersiap mengembangkan fasilitas penanganan kanker. Untuk mendukung hal tersebut, tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, telah mengikuti pendidikan lanjutan.
RSKK kini memiliki kapasitas 323 tempat tidur untuk semua kelas, termasuk tambahan 120 tempat tidur kelas 3 di Gedung Airlangga.

Dalam peresmian gedung ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana juga menyerahkan SK pengangkatan 107 pegawai tetap BLUD, diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berlokasi di Kecamatan Pare ini.
Kepala daerah yang akrab disapa Mas Dhito itu berharap RSKK dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama di Kediri dan wilayah sekitarnya.
Dia menegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus diiringi pelayanan berkualitas. Menurutnya, pelayanan yang baik akan berpengaruh besar terhadap proses penyembuhan pasien.
“Saya percaya pelayanan kesehatan terbaik lahir dari kombinasi antara fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang berkomitmen sepenuh hati,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas layanan, Mas Dhito mendorong seluruh pegawai mengirimkan surat tanpa nama berisi kritik dan saran. Mekanisme ini, kata dia, kerap ia terapkan di satuan kerja dan dinas untuk mendapatkan gambaran permasalahan di lapangan.
“Saya tunggu suratnya, itu biasa saya lakukan di satker-satker, dinas-dinas supaya saya bisa mengcapture (persoalan yang ada),” jelasnya. [ADV PKP/nm]






