Surabaya (beritajatim.com) – Dengan segala perdebatan yang mengikuti di belakangnya, kita bisa bilang bahwa Hary Maguire adalah salah satu bek tengah terbaik yang ada saat ini. Statusnya sebagai bek termahal di dunia pun memang layak untuk disandang.
Terutama, karena ia memiliki kualitas yang bagus dalam membangun serangan. Kemampuannya membawa bola, mengirimkan umpan, mengubah arah permainan, dan kuat ketika bertahan adalah nilai tambah yang ia miliki.
Sayangnya, memasuki musim 2021/22 Maguire kembali angin-anginan. Lebih-lebih setelah kembali dari cedera. Ia belum juga menemukan penampilan yang konsisten. Sesekali ia tampil dengna sanagat baik, tapi di laga selanjutnya bisa kembali membuat blunder yang membuat timnya kalah atau gagal menang.
Seperti ketika membela Timnas Inggris di jeda internasional minggu lalu. Maguire tampil solid di lini pertahanan dengan membawa Inggris nir bobol ketika melawan Albania dan San Marino.
Tidak hanya itu, Maguire juga berhasil mencetak dua gol di dua laga tersebut. Melawan Albania, Meguire mecetak gol pembuka di menit ke-9 melalui tandukan. Begitu juga ketika melawan San Marino, ia kembali mencetak gol pembuka Inggris dari sundulan di menit ke-6.
Seolah ingin membuktikan diri dan membalas kritik para fans, Maguire pun sempat melakukan selebrasi menempatkan kedua tangannya di belakang telinga. Sayang, seleberasi tersebut malah mengundang banyak kritik.
Salah satunya dari Legenda Manchester United, Roy Keane. Ia menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Maguire itu melakukan. Keane menganggap selebrai tersebut tidak tepat.
Sebab, penampilan buruk yang dikritik oleh para fans adalah ketika ia bermain untuk Manchester United yang memang tak kunjung membaik. Sedangkan ketika itu, ia mencetak gol untuk inggris dan melawan tim yang lemah, Albania.
Kritik Keane seolah menjadi kenyataan. Sebab, ketika kembali ke United dan bertanding melawan Watford kemarin malam (21/10), Maguire kembali tampil tak konsisten. Di babak pertama United sudah kebobolan 2 gol dan terkena satu hukuman pinalti yang berhasil diselamatkan De Gea.
Seolah melengkapi kesialan dan semua hasil buruk sebelumnya, di menit 69 Meguire terkena kartu merah. Padahal ketika itu United baru saja mencetak gol pertama dan mencoba mengejar ketertinggalan dua gol dari Watford.
Kehilangan satu pemain, United pun kesulitan untuk mengembangkan permainan. Mereka masih sempat menyerang dan menghasilkan peluang. Namun, akhirnya United kembali kebobolan dua gol di injury time. Masing-masing di menit 90+2 dan 90+6. Setan merah pun tumbang 4-1 di laga perdana setelah jeda internasional yang berlangsung dua minggu. [tur/bjo]






