Magetan (beritajatim.com) – Salah satu Bupati Magetan di era Belanda pernah menjabat sebagai Bupati Ngawi. Adalah Raden Mas Arja Kertonegoro. Bupati Magetan Kertonegoro menjabat sebagai Bupati Magetan pada tahun 1837 hingga 1853. Sebelumnya, dia menjabat Bupati Ngawi mulai tahun 1834 hingga 1837.
Putut Sayoga, salah seorang pegiat sejarah Magetan menceritakan jika Bupati Magetan Kertonegoro merupakan pria yang lahir di Mojokerto. Dia mengawali karir sebagai mantri gladag di Yogyakarta.
“Sempat pindah ke daerah Grobogan, lalu ke Purwodadi (saat ini Desa Purwodadi Kecamatan Barat, Magetan) tepatnya pada 1830 sampai 1834. Kemudian menjadi Bupati Ngawi tahun 1834-1837, kemudian jadi Bupati Magetan di tahun 1837 sampai 1853,” terang Putut.
Pun, Kertonegoro dimakamkan di Kompleks Makam Sasono Mulyo Sawahan Jalan Salak Kelurahan Kepolorejo Kecamatan/Kabupaten Magetan.
Terpisah, tulisan sejarah dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan menerangkan Raden Mas Arja Kertonegoro adalah Bupati Magetan yang kesembilan, menjabat mulai tahun 1837 sampai dengan 1853.
BACA JUGA: Lirik Magetan Kumandhang dan Sejarahnya Bakal Dibukukan Dinas Arpusda
Nama mudanya adalah Raden Ngabei Surokusumo yang berasal dari Yogyakarta. Riwayat singkatnya, sebelum menjabat Bupati Magetan, pada 1830 R.M.A. Kertonegoro menjadi Bupati Purwodadi menggantikan Ronodirjo, paman pangeran Purwodiningrat Bupati Madiun.
Kemudian tahun 1834 diangkat menjadi Bupati di Ngawi. Selanjutnya mulai tahun 1837 memegang pemerintahan di Kabupaten Magetan dengan gelar Adipati Kertonegoro. Selama menjabat Bupati, R.M.A. Kertonegoro sangat cakap tidak hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai pembina di bidang perwatakan. [fiq/suf]






