Malang (beritajatim.com) – Kepedulian terhadap pencemaran sampah plastik di sungai mengantarkan Al Syifa Dira Nasution, mahasiswi Departemen Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), meraih prestasi gemilang. Melalui gerakan Riverlution, ia berhasil menyabet Juara 2 dalam kompetisi Rivluencer yang diselenggarakan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) 1 dalam rangka peringatan Hari Sungai Nasional 2025.
Kompetisi bertajuk Challenge Batch 1 – WS Brantas ini menantang generasi muda untuk menjadi River Influencer atau agen perubahan bagi kelestarian sungai. Fokus utamanya adalah Sungai Brantas, urat nadi kehidupan bagi jutaan warga Jawa Timur yang kini menghadapi ancaman serius dari polusi, terutama sampah plastik.
Di bawah bimbingan Dr. Eng. Ir. Riyanto Haribowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., Al Syifa mengangkat Riverlution sebagai gagasan utama. Riverlution menjadi sebuah gerakan nyata yang diinisiasi bersama komunitas RIVER, sebuah organisasi mahasiswa Teknik Pengairan UB yang aktif melakukan aksi bersih sungai di sekitar Kota Malang.
“Dalam video pendek yang dilombakan saya menampilkan mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga ekosistem perairan. Gerakan Riverlution yang diusung tidak hanya berhenti pada kegiatan memungut sampah, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat akan bahaya sampah plastik bagi masa depan sungai,” Al Syifa kata kepada beritajatim.com, Selasa (30/9/2025).
Inisiatif ini memiliki dampak strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan global. Aksi nyata Riverlution secara langsung mendukung pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya.
Salah satunya, kata dosen pembimbing Riyanto Haribowo adalah SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui upaya menjaga kualitas air dan kebersihan badan sungai. Kemudian SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dengan berkontribusi dalam mitigasi dampak buruk sampah terhadap lingkungan.
“Ini juga berkontribusi SDGs 15 (Ekosistem Darat) dalam menjaga kelestarian ekosistem daratan yang sangat bergantung pada kesehatan aliran sungai,” kata Riyanto Haribowo.
Riyanto Haribowo berharap keberhasilan anak bimbingannya dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa dan generasi muda untuk turun tangan mengubah lingkungan. Mengubah kepedulian menjadi aksi nyata demi menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bersama. [dan/aje]






