Surabaya (beritajatim.com) – Pemain Timnas Indonesia asal Surabaya, Risky Ridho, angkat bicara terkait kegagalan skuad Garuda melaju ke Piala Dunia 2026 usai tidak mampu menaklukkan Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi.
Ridho mengaku kecewa, baik sebagai pemain maupun warga Indonesia, karena mimpi besar untuk tampil di ajang bergengsi dunia itu harus pupus. Meski begitu, ia menegaskan bahwa seluruh pemain sudah berjuang maksimal sejak awal.
“Dari awal kami sudah bekerja keras. Tentu semuanya kecewa karena ini mimpi kita semua. Ke depan, tentu timnas harus melakukan evaluasi,” ungkap Ridho saat ditemui di Surabaya, Minggu (19/10/2025).
Meski rasa kecewa masih terasa, pemain belakang kelahiran Surabaya itu berharap Timnas Indonesia bisa segera bangkit dan menata langkah demi mencapai target berikutnya.
“Semoga ke depan tim sukses dan target-target bisa tercapai. Saya tidak ingin berkomentar soal kriteria pelatih karena saya tidak tahu,” imbuhnya.
Ridho juga menyampaikan pandangannya terkait pelatih Patrick Kluivert, yang baru saja diberhentikan oleh PSSI setelah gagal membawa Indonesia lolos ke putaran selanjutnya. Menurutnya, Kluivert tetap sosok pelatih yang baik dan profesional.
“Buat saya, Patrick adalah pelatih yang bagus. Pergantian ini mungkin keputusan karena kemarin beliau gagal membawa tim lolos ke Piala Dunia,” ujarnya.
Seperti diketahui, PSSI resmi memberhentikan Patrick Kluivert dari jabatan Pelatih Kepala Timnas Indonesia usai kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. [way/but]






