Surabaya (beritajatim.com) – Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang. Dengan tidur, kita mengistirahatkan sekaligus mempersiapkan diri kita untuk beraktivitas di kemudian hari.
Kekurangan waktu tidur dapat menyebabkan berbagai macam dampak, salah satunya adalah rasa kantuk yang berlebihan. Kita tidak boleh menyepelekan pentingnya tidur bagi kesehatan kita, karena jika kekurangan tidur dapat mengurangi efektifitas fungsi otak kita yang dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan mental.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tidur”]
Berikut ini adalah permasalahan yang timbul jika kita kekurangan tidur:
Kerja Otak Melambat
Peneliti menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dapat mengurangi konsentrasi dan kewaspadaan otak. Tidak heran, setelah setelah berjam-jam tidak tidur kita akan merasa linglung, mudah lupa, dan merasa sulit untuk berfikir dengan benar. Istilah medis dari hal ini adalah gangguan berfikir atau impaired thinking yang disebabkan oleh kelelahan otak yang disebut sebagai brain fog. Hal ini dapat menghambat kita untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Meskipun terdengar sepele, brain fog merupakan gejala awal dari demensia.
Menjadi Pelupa
Ketika kita merasakan kantuk, biasanya kita akan menjadi pelupa. Tidak hanya konsentrasi dan fokus kita saja yang terganggu, ingatan kita juga bisa memburuk. Pada saat kita tidur, saraf di otak kita yang bertugas untuk menyimpan ingatan akan diperkuat. Seorang ahli dari Fakultas Kedokteran di Universitas Maryland, Amerika Serikat, dr. Avelino Verceles mengatakan bahawa ketika kita tertidur, otak kita akan merekam hal-hal yang kita pelajari dan alami pada hari itu ke dalam ingatan jangka pendek (short term memory), itulah mengapa kita tidak boleh tidur dalam keadaan marah.
Sulit Memproses Ingatan Baru
Kekurangan tidur dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk memahami informasi baru. Awalnya, kita akan kesulitan untuk fokus sehingga akan sulit untuk kita menerima informasi baru, hal tersebut menyebabkan kita tidak dapat belajar secara efisien. Selanjutnya, kurang tidur akan mempengaruhi kemampuan kita untuk mengingat berbagai hal. Ingatan kita akan melemah dan akan menjadi sulit untuk kita mengingat hal-hal yang telah kita pelajari.
Kemungkinan Gangguan Kesehatan Mental
Kurang tidur mungkin tidak menyebabkan gangguan mental secara langsung. Akan tetapi, berbagai penelitian menemukan adanya potensi besar terjadinya gangguan mental seperti depresi, ADHD, anxiety, dan gangguan bipolar. Sebuah studi menemukan bahwa permasalahan tidur muncul sebelum terjadinya depresi. Studi lain juga menemukan bahwa insomnia dan juga gangguan tidur lainnya dapat memperparah fase depresi dan manic untuk pasien dengan gangguan bipolar. Kurang tidur dapat memicu terjadinya mania, sebuah fase ledakan emosional atau perilaku tak terkendali. [dwp/bjo]






