Sumenep (beritajatim.com) – Ribuan warga Sumenep ‘tumplek blek’ memadati jalan saat digelarnya Festival Musik Tong Tong dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-753 Kabupaten Sumenep. Rekayasa lalu lintas pun dilakukan Satlantas Polres Sumenep demi mengurai kepadatan kendaraan di sepanjang rute festival ini.
Festival musik tong tong yang diselenggarakan FKPPI ini diikuti 30 peserta dari berbagai Desa dan Kecamatan di Kabupaten Sumenep. Dalam festival ini, satu kelompok peserta terdiri dari 15-20 peserta, mulai penabuh musik tradisional sekaligus menyanyi lagu-lagu Madura, juga para penari yang tampil diiringi tabuhan musik tong-tong.
Yang menarik dari festival musik tong tong ini adalah alat musik, penabuh, juga penarinya, semua naik kendaraan hias yang sudah di design khusus. Lampu warna-warni pada kendaraan hias ini membuat penampilan peserta semakin meriah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sumenep”]
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengatakan, festival musik tong tong ini merupakan salah satu upaya melestarikan budaya tradisional. Apalagi musik tong tong telah ditetapkan sebagai budaya asli Sumenep.
“Kementerian telah menetapkan musik tong tong ini sebagai warisan budaya tak benda milil Sumenep. Jadi kita sebagai warga Sumenep harus bangga punya musik tong tong. Kita juga harus sama-sama mendukung kelestarian musik tong tong,” katanya, Sabtu (22/10/2022).
Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi melestarikan musik tong tong secara turun temurun. “Terima kasih untuk seluruh pihak, yang telah secara bersama-sama menjaga budaya tradisional Sumenep ini. Semoga festival musik tong tong ini bisa selalu menjadi agenda rutin dalam setiap perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (tem/kun)






