Malang (beritajatim.com) – Air bersih menjadi barang yang mahal bagi warga Malang Selatan. Khususnya, warga Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.
Minimnya sarana dan prasarana akan ketersediaan air bersih sudah dirasakan warga di tempat itu sejak puluhan tahun lalu. Meski Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) Kabupaten Malang sudah berdiri cukup lama, pasokan air bersih ke wilayah Malang Selatan masih sangat kecil.
Kepala Desa Sumbermanjing Wetan, Sujono, menjelaskan, saat ini PDAM di Sumawe baru bisa melayani sebanyak 250 kepala keluarga (KK) saja. Sehingga, cakupan air bersih PDAM, terbilang sangar kecil bagi warga berpenduduk 1.250 KK tersebut.
“Khusus untuk kebutuhan memasak, warga Sumawe harus beli setiap dua jerigen dengan harga Rp 10 ribu. Sedang untuk mencuci pakaian dan mandi, warga harus membelinya dari mobil tangki dengan harga Rp 130 ribu. Padahal dalam satu bulan bisa menghabiskan sebanyak 2 hingga 3 tangki air bersih,” terang Sujono, Jumat (16/6/2023).
Guna mencukupi air minum ke depan, Sujono mengaku, warga desa hanya berharap terealisasinya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang kini tengah digulirkan oleh Pemkab Malang di beberapa wilayah Malang Selatan.
Sebelumnya, lanjut Sujono, Pemerintah Desa Sumawe juga sudah berusaha melakukan pengeboran sumber mata air hingga di dua titik. Namun upaya tersebut gagal.

“Untuk kontur tanah di wilayah Sumawe, selain terdiri dari batu kapur juga berongga. Sehingga sumber mata air tidak dapat mengalir melalui pori-pori dan langsung masuk kedalam tanah, sehingga beton berongga itu menjadi penyebab tidak adanya sumber mata air,” tegas Sujono.
Sementara itu, Kepala PDAM Unit Sumbermanjing Wetan, Alfan menerangkan, dengan terealisasinya pembangunan tahap 2 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kisaran tahun 2024 nanti, hal itu untuk kebutuhan air bersih di Sumawe dan sekitarnya akan terpenuhi.
“Untuk proyek SPAM yang sudah terealisasi saat ini yaitu di Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kemudian berlanjut di Desa Ringinsari dan Sumawe termasuk beberapa desa lain,” ujar Alfan.
Soal kekurangan air bersih di wilayah Sumawe, Alfan mengaku, jika debit mata air di Sumawe ternyata memang sangat sulit.
“Karena kecilnya debit mata air di Sumawe ya, saat ini kami hanya bisa melayani sebanyak 218 pelanggan. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Desa Sumawe, andalan kami dengan terealisasinya proyek SPAM nanti dengan jumlah calon pelanggan yang sudah masuk sebanyak 700 orang,” pungkas Alfan.
BACA JUGA:
Banyuwangi Turunkan Stunting Dimulai dari Infrastruktur Air Bersih di Desa
Sebagai informasi, Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang (PDAM) telah membangun penyediaan air bersih sistem SPAM yang bersumber dari Sungai Kaligoro dan Sungai Lesti senilai Rp 380 miliar.
Dari sebagian dana tersebut, diperuntukkan pembangunan tandon air dan pemasangan pipa untuk menjangkau pelanggan di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Gedangan. Diperkirakan, untuk debit Sumber Kaligoro mencapai 400 liter per detik. Namun yang dimanfaatkan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk air bersih sebanyak 150 liter per detik. [yog/but]






