Blitar (beritajatim.com) – Perusahaan Otobus (PO) Bagong mengajukan izin jadi angkutan khusus Blitar-Bandara Dhoho Kediri. Izin tersebut sudah diajukan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
“Tambah PO Bagong yang mengajukan izin ke Dishub Provinsi Jatim,” kata Kepala Terminal Tipe A Patria Blitar, Verie Sugianto, Senin (15/1/2024).
Saat ini, izin trayek yang diajukan oleh PO Bagong masih dikaji dan diteliti oleh Dishub Jatim. Nantinya jika izinnya telah turun, Bus Bagong akan menjadi salah satu angkutan dari Blitar-Bandara Dhoho Internasional Kediri.
“Saat ini izinnya masih dikaji lebih dalam lagi,” terangnya.
Dalam proses pengkajian ini, akan dibahas soal layak tidaknya PO tersebut menjadi angkutan khusus ke Bandara Dhoho Internasional Kediri. Selain itu, dalam pengkajian ini juga akan dibahas mengenai jumlah armada yang boleh dioperasikan oleh PO bus tersebut.
“Saya belum tahu, mungkin dalam pengkajian itu nanti bisa digunakan dalam penentuan jumlah armada,” imbuhnya.
Mengenai tarif, Kementerian Perhubungan saat ini masih membahas hal tersebut. Namun diperkirakan tarif angkutan khusus Terminal Patria Blitar-Bandara Dhoho Internasional Kediri berkisar sekitar Rp25 ribu sekali jalan.
“Kalau tarif masih dibahas, tapi perkiraannya tidak jauh berubah dari yang dulu itu,” tutupnya.
Adapun jalur atau trayek yang bakal dilewati oleh PO Bagong adalah Terminal Patria Kota Blitar-Sanankulon-Srengat-Udanawu-Ringinrejo-Kandat-Kota Kediri-Terminal Tamanan-Bandara Dhoho Internasional Kediri. [owi/beq]






