Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan petugas keamanan hari ini mulai disebar ke 23 desa yang akan melaksanakan pemilik kepala desa (pilkades) serentak tahun 2022 di Kabupaten Ponorogo. Ya meski pelaksanaan Pilkades baru hari Selasa (22/11) besok, namun petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP sudah berjaga-jaga di desa yang menyelenggarakan pilkades serentak ini.
Petugas keamanan, bertugas mulai hari ini, hingga masing-masing tahapan pemungutan suara selesai. Salah satunya pengaman logistik kertas suara, yakni dari TPS tambahan hingga sampai ke TPS induk atau tempat untuk penghitungan kertas suara.
“Pengamanan sudah dimulai hari ini hingga tahapan-tahapan Pilkades serentak ini selesai,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Senin (21/11/2022).
Catur menyebut bahwa pihaknya tadi melakukan serah terima pasukan untuk menjaga keamanan desa atau TPS. Semua TPS, akan diamankan oleh petugas. Sehingga, pihaknya tidak tebang pilih, jauh dekat TPS akan dijaga oleh tim gabungan pengamanan.
“Semakin jauh TPS, tentu kita akan perkuat personilnya,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, potensi kerawanan pun telah dipetakan jajaran Polres Ponorogo. Dilakukan usaha antisipasi yang melibatkan pihak-pihat terkait. Selain dari TNI dan Polri, juga ada dari kecamatan, pemerintah desa (pemdes) dan para tokoh masyarakat yang ada di desa.
“Kami juga melakukan pemetaan Pilkades. Mulai dari desa-desa yang mengikuti Pilkades serentak ini. Jadi dari 23 desa yang ikut, ada 15 desa yang kita petakan aman,” kata mantan Kapolres Kota Batu tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilkades-ponorogo”]
Namun, Catur menyebut bukan berarti 8 desa sisanya itu masuk rawan. Hanya saja, Ia menegaskan bahwa 8 desa itu pengamanannya bakal diperketat. Catur menjelaskan bahwa pemetaan kerawanan yang Polres Ponorogo lakukan, berdasarkan kontentestan dari calon kepala desa (cakades) itu sendiri. Sebanyak 15 desa yang dinyatakan aman itu, mayoritas cakadesnya, diisi oleh pasangan suami istri. Sehingga tingkatnya bisa dikatakan lebih aman dari pada kontestannya benar-benar rivalitas murni. Sebab, 8 desa itu cakadesnya diisi oleh kandidat yang bersaing murni.
“8 Desa itu memang persaingan murni dan beberapa golongan, ini yang dikategorikan masuk rawan,” pungkasnya. [end/but]






