Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan orang tumplek blek di Alun-alun Ponorogo. Kedatangan orang-orang ini, tidak lain untuk mengikuti pengajian dari Muhammad Iqdam Khalid atau akrab disapa sebagai Gus Iqdam tersebut. Pendakwah muda Nahdlatul Ulama asal Blitar itu, baru pertama kali melakukan pengajian di bumi reog.
Antusiasme warga untuk mengikuti pengajian dari pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah (ST) pun sangat tinggi. Hal itu terlihat dari kedatangan mereka di Alun-alun Ponorogo. Pengajian Gus Iqdam ini dijadwalkan pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB, namun warga sudah berkumpul sejak pagi. Bahkan ada sejumlah jemaah yang menaruh tikarnya untuk duduk pada Selasa (12/12) malam di Alun-alun Ponorogo.
Penyelenggaraan pengajian Gus Iqdam ini, menurut Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai bentuk upaya untuk memperbaiki generasi penerus. Yakni dengan melakukan pembiasaan mengaji atau melakukan hal-hal yang baik. Sehingga dalam kesempatan ini, didatangkanlah ulama NU yang dikenal karena ceramahnya yang milenial, lucu, kocak, dan bisa berbaur dengan semua kalangan.
“Ini lagi pertama, Gus Iqdam kan viral. Kita ingin teman-tdman memperbaiki generasi penerus dengan mengaji. Membiasakan dengan hal-hal yang baik,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko.
Dengan tausiah pendakwah yang pernah belajar mengaji di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri itu, Kang Giri sapaan Bupati Sugiri Sancoko berharap masyarakat Ponorogo dapat berkah. Mendapatkan uswatun hasanah yang baik. Sehingga dapat merubah peradaban Ponorogo yang lebih baik.
“Harapannya yak kita dapat berkah, dapat uswatun hasanah yang baik, dapat maulidoh hasanah yang baik. Sehingga dapat merubah peradaban Ponorogo yang lebih baik,” pungkas orang nomor 1 di Ponorogo itu. (end/kun)






