Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan warga NU (nahdliyin) mulai memadati lokasi acara Mujahadah Kubro di komplek makam KH Ageng Muhammad Besari di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Tak hanya dari Ponorogo, peserta Mujahadah Kubro ini juga dari berbagai kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur.
Salah satunya adalah Slamet. Warga asal Kabupaten Tulungagung ini rela menempuh perjalanan hingga 4 jam untuk menghadiri rangkaian acara jelang 100 tahun NU tersebut. “Dari Tulungagung tadi jam 2 siang, sampai sini pas magrib,” ungkap Slamet saat ditemui beritajatim.com di lokasi Mujahadah Kubro, Minggu (19/6/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pwnu”]
Slamet mengaku baru pertama kali ini mengunjungi komplek makam KH Ageng Muhammad Besari. Dia mengaku ke Ponorogo tidak sendirian, secara rombongan dengan naik mobil. Dia takjub acara Mujahadah Kubro ini dihadiri ribuan orang. “Ini baru pertama kesini, rasanya senang banyak orang yang mengikuti acara ini,” ungkapnya.
Lain hal dengan Slamet yang berangkat rombongan, Boyadi warga Desa Ringinputih Kecamatan Sampung Ponorogo nekat menempuh jarak 20 kilometer dari Sampung untuk mengikuti acara Mujahadah Kubro. Dia ke Tegalsari bersama istrinya dengan naik sepeda motor. “Saya niati berangkat habis magrib tadi, pengen ngalap berkah doa dari para kiai di Jawa Timur,” katanya.
Diberitahukan sebelumnya, jelang peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) yang jatuh pada 16 Rajab 1444 hijriah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membuat serangkaian kegiatan. Salah satunya Mujahadah Kubro yang akan dilaksanakan pada hari Ahad/Minggu (19/06/2022). Kegiatan yang didoakan oleh 11 kiai dan diikuti oleh 9999 kader NU Jawa Timur itu, bertempat di Kawasan Makam KH Ageng Muhammad Besari, Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. [end/suf]






