Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 3 ribu ekor ikan koi di Kota Blitar mati secara bertahap di musim hujan ini. Matinya ribuan ikan koi tersebut disebabkan oleh penyakit moncong putih serta jamur.
Menurut Kabid Ketahanan Pangan dan Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Amir Hamzah, jumlah ikan koi yang mati tersebut bisa lebih banyak. Pasalnya para petani banyak yang langsung membuangnya tanpa terlebih dahulu mencatat.
“Kalau jumlahnya cukup banyak karena memang cuaca ya jadi para petani langsung membuangnya kalau ada yang mati,” kata Amir Hamzah, Kabid Ketahanan Pangan dan Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Minggu (05/02/23).
Amir menjelaskan bahwa bahwa ribuan ikan koi yang mati tersebut merupakan milik para peternak di 3 kecamatan yakni Sananwetan, Sukorejo, serta Kepanjenkidul. Total ada sekitar 300 orang peternak yang merugi akibat ikan koi peliharaannya mati.
Penyebab matinya ribuan ikan koi asal Kota Blitar ini adalah faktor cuaca buruk. Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat daya tahan tubuh ikan melemah. Sehingga ikan koi banyak yang terserang jamur serta penyakit Moncong Putih.
“Ya karena faktor cuaca ya curah hujan tinggi membuat daya tahan tubuh ikan melemah sehingga mudah terserang jamur,” jelasnya.

Penyakit moncong putih sendiri merupakan penyakit yang biasa menyerang ikan koi di saat musim hujan tiba. Meningkatnya keasaman air dalam kolam akibat curah hujan tinggi menjadi penyebab meningkatnya keasaman air.
Ikan yang memiliki ketahanan hidup sempit akan cepat mudah mati jika tingkat keasaman air dalam kolam berubah drastis. Itulah menjadi penyebab ribuan ikan koi di Kota Blitar mati secara bertahap di musim hujan ini.
“Berubahnya tingkat keasaman air membuat ikan koi akan lebih mudah mati, itu penyebabnya,” paparnya.
Kini pihak dari Dinas terkait tengah rutin melakukan pengukuran kualitas air di sejumlah petani koi di Kota Blitar. Langkah dilakukan demi untuk mengetahui ada tidaknya perubahan tingkat keasaman air di dalam kolam ikan koi.
Sehingga dengan begitu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kematian akibat perubahan keasaman air di dalam kolam.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar mengimbau agar para petani memberikan atap di bagian kolamnya. Sehingga air hujan tidak akan masuk ke dalam kolam ikan koi.
Dampaknya tingkat keasaman air dalam kolam ikan koi akan tetap dan tidak berubah.
“Ya lebih bagus diberikan tutup diatas kolam ikan koi sehingga tidak air hujan tidak akan tercampur dengan ikan koi, dan tingkat keasaman air akan tetap sehingga ikan koi akan lebih bertahan hidup,” papar Amir.
Selain itu upaya pencegahan lain untuk mencegah penyakit moncong putih pada ikan koi yakni dengan menebar garam di kolam ikan. Langkah ini dilakukan demi memperbaiki tingkat keasaman air yang terlah tercampur dengan air hujan. [owi/but]






