Ngawi (beritajatim.com) – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengungkapkan ada 4.327 anak di Ngawi yang mengalami stunting tahun 2022.
Jumlah itu diketahui berdasarkan cek langsung setelah pihaknya mendapatkan data dari Bulan Timbang Agustus 2022 dan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.
“Bulan timbang Agustus itu di angka 13 sekian persen, namun dari hasil survei justru agak naik jadi 14 sekian persen. Kemudian, kami cek kondisi di lapangan, ternyata ada 4.327 balita yang mengalami stunting,” kata Mas Antok, sapaan akrab Wabup Dwi Rianto Jatmiko, Jumat (10/2/2023)
Dia menjelaskan jika ada 13 kecamatan dari 19 kecamatan berikut ada 30 desa yang menjadi lokus stunting, yakni lokasi yang membutuhkan perhatian secara khusus untuk penanganan stunting. Termasuk kecamatan Kasreman, Kedunggalar, Bringin, Ngrambe, dan Kendal.
“30 desa tadi letaknya ada di kecamatan yang saya sebutkan tadi. Ini butuh perhatian khusus untuk penanganan stunting,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Ngawi itu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-ngawi”]
Kemudian, pihaknya melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk memberikan edukasi.
“Kami ingin memastikan remaja putri ini sejak usia SMP tidak kekurangan sel darah merah, supaya nanti ketika mereka di usia yang sudah cukup umur untuk hamil, resiko melahirkan bayi yang stunting bisa dikurangi,” katanya
Selain itu, ada program partisipatoris yakni Restu Ibu, dimana masyarakat berpartisipasi untuk membantu memantau kondisi ibu hamil. Utamanya ibu hamil yang dalam kondisi kekurangan energi kronis (KEK). “Jika sudah diketahui kondisinya maka akan segera dilakukan penanganan yang tepat,” katanya.
Kemudian untuk anak-anak, selalu diberikan makanan penambah gizi melalui posyandu. Ada pula rumah gizi di tiap desa yang dianggarkan dari dana desa. Juga, ada program untuk memanfaatkan pekarangan agar ditumbuhi tanaman yang bisa digunakan untuk perbaikan gizi anak-anak. (fiq/ted)






