Ngawi (beritajatim.com) – Revitalisasi Pasar Beran di Kabupaten Ngawi dipastikan masuk dalam daftar proyek strategis daerah tahun 2026. Kepastian ini menyusul turunnya bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp10 miliar untuk mendukung pembangunan pasar rakyat tersebut.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Yunika Nur, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah masih menunggu proses transfer dana ke kas daerah. Pencairan anggaran menjadi syarat utama sebelum proyek memasuki tahap lelang.
“Bantuan dari Pemprov Jatim sudah ada kepastian. Sekarang tinggal menunggu transfer ke kas daerah setelah surat keputusan provinsi turun,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Sembari menunggu pencairan, DPPTK Ngawi tetap melakukan sejumlah persiapan teknis, salah satunya dengan meninjau ulang Detail Engineering Design (DED). Penyesuaian ini dilakukan agar rencana pembangunan lebih relevan dengan kondisi lapangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Selain itu, proses appraisal atau penilaian aset juga tengah disiapkan. Tahapan ini diperlukan untuk menghitung estimasi biaya pembongkaran bekas rumah dinas Wakil Bupati Ngawi yang berada di sisi utara Pasar Beran.
“Sekarang masih review DED, kemudian juga persiapan appraisal untuk menghitung kebutuhan biaya pembongkaran rumah dinas wakil bupati,” jelas Yunika.
Setelah appraisal rampung, tahapan selanjutnya adalah lelang pembongkaran melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Proses ini ditargetkan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Rumah dinas tersebut akan dibongkar total karena lahannya masuk dalam area pengembangan pasar. Ke depan, lokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan pasar baru yang terintegrasi dengan bangunan Pasar Beran yang sudah ada.
“Secara eksisting nantinya akan terhubung langsung dengan Pasar Beran saat ini,” imbuhnya.
Berdasarkan perencanaan awal, total kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Beran mencapai sekitar Rp21,6 miliar. Namun, pada tahap awal proyek difokuskan pada pembangunan di lahan baru serta perbaikan ringan pada bangunan lama.
Pasar yang akan dibangun dirancang satu lantai dengan kapasitas sekitar 60 kios, menyesuaikan hasil pembaruan layout dari DED terbaru. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat lokal secara lebih optimal. [fiq/beq]






