Surabaya (beritajatim.com)- Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya, Alif Iman Waluyo, menerima keluhan warga saat reses di wilayah Karangpilang. Warga menyampaikan kekecewaan karena pengajuan pembangunan fasilitas umum tak kunjung direalisasikan meski sudah beberapa kali dilakukan survei oleh dinas terkait.
“Keluhan yang saya terima jelas, jangan hanya datang survei lalu hilang tanpa kabar. Warga butuh aksi nyata, bukan pendataan berulang,” tegas Alif, Minggu (15/2/2026).
Dia menjelaskan, dua usulan yang kembali disampaikan warga adalah pavingisasi Jalan Ksatria Baru RW 04 Kelurahan Karang Pilang dan pavingisasi Jalan Bazoka RW 04 Kelurahan Karang Pilang. Kedua titik tersebut mendesak karena kondisi jalan yang kurang layak dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
“Sudah diajukan, sudah disurvei, tapi realisasinya tidak ada. Ini yang membuat warga kecewa dan merasa tidak diperhatikan,” tutur politisi muda Gerindra ini.
Menurut Alif, pola seperti ini tidak boleh terus berulang karena akan menggerus kepercayaan masyarakat kepada Pemkot Surabaya. Dia meminta dinas terkait memberikan kepastian, apakah program tersebut masuk prioritas anggaran atau memang ada kendala yang harus dijelaskan secara terbuka.
“Kalau memang belum bisa dibangun, sampaikan apa kendalanya. Jangan hanya survei berkali-kali tanpa tindak lanjut yang jelas,” katanya.
Dia memastikan fungsi pengawasan DPRD akan dijalankan secara serius agar usulan warga tidak berhenti di meja administrasi. Aspirasi yang sudah masuk melalui musrenbang maupun reses harus dikawal hingga tahap pelaksanaan.
“Saya pastikan ini akan kami bawa dalam pembahasan komisi. Tidak boleh ada pembiaran terhadap pengajuan pembangunan yang sudah lama disampaikan warga,” tegas politisi yang juga pengusaha ini.
Alif juga meminta agar perencanaan pembangunan lebih transparan dan terukur sehingga warga mengetahui tahapan prosesnya. “Pemerintah harus hadir dengan kerja konkret. Kalau memang masuk perencanaan, kapan dibangun, anggarannya berapa, harus jelas,” pungkasnya. [asg/suf]






