Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menerima aspirasi warga terkait pemberdayaan ekonomi perempuan saat reses di Jalan Mangkunegoro 4 RT 3 RW 4 Kelurahan Darmo, Surabaya, Kamis (12/2/2026). Warga berharap dukungan modal usaha bagi ibu-ibu terus diperluas karena dinilai berdampak langsung pada ekonomi keluarga.
“Ada aspirasi tentang pemberdayaan ekonomi untuk ibu-ibu. Kita tahu ibu-ibu ini merupakan instrumen penting dalam peningkatan ekonomi kampung-kampung,” ujar Cahyo usai reses.
Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menjelaskan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi memiliki komitmen menghadirkan stimulus program strategis bagi perempuan. Salah satu program di Jawa Timur adalah KIP Jawara yang menyasar pelaku UMKM perempuan.
“Salah satunya di Jawa Timur adalah KIP Jawara. Itu bantuan modal UMKM bagi ibu-ibu kita agar bisa mandiri secara ekonomi, produktif dalam keseharian, dan memberi manfaat bagi keluarganya serta meningkatkan ketahanan keluarga,” katanya.
Cahyo memastikan aspirasi tersebut tidak berhenti pada forum reses. Dia menyebut masukan warga akan dibawa dalam pembahasan resmi di DPRD Jatim.
“Ini akan terus kami kawal. Aspirasi ini akan menjadi bahan rapat kami, mumpung ini awal tahun sehingga bisa menjadi evaluasi untuk perjalanan 2026 maupun RKA anggaran 2027 mendatang,” tutur politisi muda ini.
Cahyo menyebut program KIP Jawara juga sudah berjalan dan menyasar ratusan warga. Dia mengatakan penyaluran dilakukan melalui mekanisme aspirasi dan sinergi dengan Dinas Sosial.
“Tahun 2025 kemarin yang dari aspirasi saya kebetulan 300 orang. Tahun ini kebetulan ini merupakan aspirasi saya melalui program sinergitas dengan Dinsos itu ada 300 juga,” jelasnya.
Dia menambahkan, kebutuhan di Surabaya masih cukup besar dan perlu peningkatan kuota penerima manfaat. Oleh karena itu, dia mendorong adanya penambahan jumlah penerima pada tahun anggaran berikutnya.
“Dan ini akan terus kita tingkatkan dan ke depan 2027 kalau melihat antusiasme masyarakat, kebutuhan masyarakat yang mendesak ternyata Surabaya sangat banyak yang butuh juga akan kita tingkatkan nanti insyaallah di tahun 2027 nanti,” katanya.
“Tinggal nanti dinas mampu atau tidak untuk meningkatkan kuota kuantitas yang ada,” pungkasnya. [asg/suf]






