Magetan (beritajatim.com) – Repnas (Relawan Pengusaha Nasional) Magetan menyoroti pentingnya peran politik daerah dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi generasi muda.
Dalam menghadapi bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia, Repnas menegaskan bahwa calon kepala daerah tidak boleh hanya berfokus pada janji politik. Program yang ditawarkan harus konkret dan memberikan dampak nyata pada pemberdayaan ekonomi anak muda.
Menurut Sekretaris Umum Repnas, Ir. Umar Romanzah, ST, pasangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak adalah contoh sukses kebijakan yang berpihak pada ekonomi anak muda.
“Program mereka dalam bidang pendidikan vokasi dan pengembangan wirausaha telah terbukti berhasil. Penghargaan dari Kadin dan komitmen terhadap e-katalog lokal merupakan bukti nyata bagaimana program ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang melibatkan kaum muda,” ungkap Umar, Selasa (24/9/2024).
Selain itu, Repnas Magetan juga memuji aplikasi Jatim Bejo yang diinisiasi oleh Khofifah. Aplikasi ini dinilai membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal. Lebih lanjut, penghargaan Primaniyarta 2022 yang diberikan kepada Khofifah sebagai kepala daerah yang mendukung ekspor menunjukkan bahwa Jawa Timur mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinannya.
Repnas mendorong calon bupati Magetan untuk belajar dari keberhasilan Khofifah-Emil dalam merancang program ekonomi yang berkelanjutan. Sayangnya, menurut Repnas, hingga kini belum ada calon bupati yang secara jelas menawarkan program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi anak muda, padahal Magetan memiliki potensi besar di sektor pangan dan sumber daya terbarukan.
“Magetan memiliki potensi besar di sektor pangan, yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh kaum muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sayangnya, banyak dari mereka masih memilih merantau ke luar daerah untuk mencari penghidupan,” jelasnya.
Repnas mengapresiasi pasangan calon bupati nomor urut 2, Hergunadi-Basuki Babussalam, yang mencantumkan misi ekonomi terkait pengolahan pangan dalam visi mereka. Ini dianggap sebagai langkah potensial yang bisa mengembangkan potensi lokal.
Repnas berharap calon bupati Magetan berani mengambil langkah strategis, seperti mendirikan pasar grosir Magetan untuk mendukung wirausaha muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
Meski demikian, Repnas Magetan masih menunggu bagaimana para calon bupati akan merumuskan program ekonomi mereka secara konkret setelah mendapat mandat dari masyarakat. Apakah mereka akan menjadikan anak muda sebagai pilar utama perekonomian daerah?
“Kami masih menanti, apakah ada calon yang benar-benar berani mengambil langkah nyata ini? Mari kita lihat bagaimana mereka mengembangkan program-program tersebut ke depannya,” tutupnya.
Sebagai informasi, Repnas kini hadir di Kabupaten Magetan dengan tujuan mendorong peran aktif anak muda dalam pembangunan ekonomi, selaras dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Organisasi yang mayoritas anggotanya adalah pengusaha ini berfokus pada peran generasi muda sebagai penggerak utama ekonomi, terutama di tengah kompetisi politik Pilkada yang semakin memanas. [fiq/suf]






