Mojokerto (beritajatim.com) – Proyek renovasi Stadion Gajah Mada di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto masih terus dikebut menjelang berakhirnya masa kontrak pekerjaan. Hingga pekan ketujuh pelaksanaan, progres fisik renovasi stadion tercatat telah mencapai lebih dari 81 persen.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra meninjau langsung progres pekerjaan renovasi Stadion Gajah Mada Mojosari pada, Kamis (18/12/2025) kemarin. Pada tahun anggaran 2025 ini, renovasi Stadion Gajah Mada difokuskan pada pembangunan drainase, perbaikan tribun, serta pavingisasi area stadion.
Peninjauan dilakukan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Anik Mutammima Kurniawati, jajaran kepala bidang terkait, serta Forkopimca Kecamatan Mojosari. Saat ini, proses progres pekerjaan masih berada di atas target yang direncanakan.
Dari rencana 78,74 persen, realisasi pekerjaan sudah mencapai 81,72 persen. Artinya progres masih positif dengan deviasi 2,97 persen. Meski demikian, DPUPR tetap meminta pelaksana proyek, CV Dwi Karya Cemerlang, untuk melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan.
Pasalnya, masa kontrak proyek renovasi stadion yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto tahun 2025 senilai Rp3,8 miliar tersebut akan berakhir pada 25 Desember mendatang. Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dirampungkan, terutama pada bagian fasad Stadion Gajah Mada, termasuk kamar mandi.
Sementara itu, untuk perbaikan tribun stadion, sebagian besar pekerjaan telah mendekati rampung. Namun, terdapat satu tribun di sisi selatan yang tidak masuk dalam lingkup pekerjaan renovasi tahun ini. Tribun tersebut tidak disentuh karena kondisi struktur bangunan lama mengalami kerusakan berat dan dinilai berbahaya.
Selain perbaikan tribun dan fasad, renovasi Stadion Gajah Mada tahun ini juga menyasar pemasangan paving serta pembenahan sistem drainase. Dengan durasi kontrak selama 70 hari kalender, rekanan proyek kini dikejar waktu agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat yang telah ditentukan.
“Fokus renovasi pada tahun ini diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan stadion, khususnya melalui sistem drainase yang lebih baik serta perbaikan fasilitas tribun bagi penonton. Peninjauan ini untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan,” ungkapnya.
Gus Barra (sapaan akrab, red) menambahkan, renovasi Stadion Gajah Mada akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya, termasuk perbaikan rumput lapangan dan lintasan lari. Meski anggaran untuk pekerjaan tersebut sudah tersedia, pelaksanaannya belum dapat dilakukan tahun ini.
“Penanaman dan perawatan rumput lapangan membutuhkan waktu sekitar enam bulan agar hasilnya maksimal. Karena keterbatasan waktu, perbaikan rumput lapangan dan lintasan lari akan dilanjutkan tahun depan. Kita lakukan perbaikan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Gus Barra berharap, melalui renovasi bertahap tersebut, Stadion Gajah Mada Mojosari dapat menjadi fasilitas olahraga yang semakin representatif dan layak digunakan oleh masyarakat. Gus Barra berharap, Stadion Gajah Mada Mojosari bisa dimanfaatkan secara optimal dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto. [tin/aje]






