Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi terus mempercepat persiapan realisasi Sekolah Rakyat (SR), yang dijadwalkan mulai dibuka pada Juli 2025. Salah satu langkah terbarunya adalah merenovasi Balai Diklat PNS di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, sebagai lokasi sementara operasional SR.
Renovasi ini merupakan bagian dari persiapan infrastruktur demi mendukung kenyamanan proses belajar mengajar. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna memastikan kelancaran proyek.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi, Henik Setyorini, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Khoirul Hidayat menyatakan bahwa proyek ini menjadi prioritas utama. “Kami sudah bertemu dengan pihak penyedia jasa konstruksi sekaligus mereka meminta izin dan akses untuk dapat memobilisasi tenaga kerja, peralatan dan material kontruksi serta melaksanakan pekerjaan,” ujar Khoirul, Selasa (13/5/2025).
Renovasi tahap pertama ini menggandeng PT Nindya Karya (Persero) sebagai penyedia jasa. Pengerjaan akan berlangsung selama 60 hari kalender, mencakup renovasi gedung, penataan lanskap, serta pengadaan meubelair.
Khoirul menjelaskan bahwa Balai Diklat PNS memiliki fasilitas yang cukup ideal untuk operasional SR, termasuk ruang kelas, asrama, kantor, ruang makan, aula, dan tempat ibadah. “Perbaikannya bersifat minor, jadi proses persiapan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) untuk jenjang SD hingga SMA. Konsep ini bertujuan agar siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat fokus belajar dalam lingkungan yang kondusif. Fasilitas pendidikan yang disediakan mencakup sekolah gratis, seragam, makanan, dan tempat tinggal di asrama.
“Kami juga turut memantau proses pengerjaan ini agar hasilnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya peserta Sekolah Rakyat,” pungkas Khoirul. [alr/beq]






