Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Fabio Lefundes belum bisa memastikan untuk menurunkan Renan Silva pada laga kontra Bhayangkara FC, pada pekan ke-19 BRI Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jum’at (14/1/2022) besok.
Hal tersebut bukan karena lawan yang akan dihadapi sebagai mantan tim bagi juru gedor asal Brasil, tetapi terdapat alasan lain yang menurutnya lebih penting dari sekedar mantan tim.
Bahkan Fabio Lefundes juga meyakini sangat tidak baik jika memaksakan kehendak untuk memainkan pemain yang dianggapnya belum maksimal. “Renan belum dalam kondisi (fisik) 100 persen,” kata Fabio Lefundes, Kamis (13/1/2022).
“Jadi ada cerita di Brasil, kalau kita mau meledakkan champagne itu harus setelah jam 12 (dini hari), karena kalau sebelum jam 12 itu bahaya. Jadi kami harus meledakkan champagne kalau sudah melewati jam 12 malam, karena itu menjadi waktu terbaik,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Dari itu, juru taktik berkebangsaan Brasil juga sangat tidak ingin anak asuhnya gagal mengembangkan potensi yang dimiliki jika dipaksakan bermain di waktu yang kurang tepat. “Kalau membuka champagne sebelum waktunya, itu tidak bagus. Sehingga harus tepat setelah tahun baru,” tegasnya.
“Jadi beberapa pemain di Madura sekarang, ada beberapa pemain yang (sempat) main di tim lain. Kalau harus mengubah semua pemain saat harus melawan tim lama mereka itu tidak cocok. Jadi bukan seperti itu cara kerjanya dan akan lebih baik kalau di tim kami,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Renan Silva sempat menjalani debut bersama tim berjuluk Laskar Sape Kerrab saat menyerah 1-0 dari PSM Makassar, pada laga sebelumnya. Pada laga tersebut, ia diduetkan bersama Alberto Goncalves yang sama-sama dalam proses adaptasi.
Sementara saat ini Madura United tertahan di posisi 12 klasemen sementara dengan raihan hanya 21 poin dari 18 laga yang dijalani. Raihan poin tersebut berkat hasil 5 (lima) kali menang, 6 (enam) kali imbang, serta 7 (tujuh) kali menelan kekalahan. [pin/but]






